Kesedihan dan penderitaan yang kupendam selama beberapa hari ini akhirnya terlampiaskan.Aku merasa kematian putraku benar-benar tidak adil.Saat dia meninggal, ayahnya malah menemani wanita lain hanya karena seekor anjing mati. Betapa konyolnya kenyataan ini.Rachel yang tidak tahan melihatku menyalahkan James, langsung pasang badan di depan pria itu.“James nggak tahu kalau terjadi sesuatu pada Leo tadi malam. Sebagai ayahnya, dia sudah sangat sedih, kok kamu masih saja menyalahkannya?”Rachel ingin terus bicara, tapi tiba-tiba James mendorongnya menjauh.“Cukup! Jangan bicara lagi!”Rachel hampir terjatuh, wajahnya tampak sangat menyedihkan.“James, aku hanya nggak tega melihat Kak Vivi bicara begitu padamu, dia….”Untuk pertama kalinya, James tidak memberikan perhatian sedikit pun pada Rachel. Dia menatap mataku lekat-lekat, lalu berkata dengan suara penuh kepedihan,“Maaf… aku nggak tahu kalau asma Leo kambuh. Dulu, aku selalu mengira dia masih kecil, waktu untuk bersamanya masih
Read more