Short
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

By:  AnonimaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di hari ulang tahun putra kami yang kelima, kami sekeluarga pergi melihat hujan meteor. Di tengah perjalanan, suamiku menerima telepon dan pergi terburu-buru. Tengah malam, asma putraku kambuh dan satu-satunya obat yang ada malah tertinggal di dalam mobil suamiku. Aku menggendongnya, berlari pontang-panting di tengah alam liar yang sepi tak berpenghuni. Aku berulang kali mencoba menelepon suamiku, tapi yang kudapat hanyalah balasan pesan dingin yang berisi, [Aku ada urusan mendesak, jangan ganggu.] Keesokan harinya, akhirnya aku menerima telepon dari suamiku. Tapi, yang terdengar malah suara cinta pertamanya. “Tadi malam tiba-tiba anjingku sakit dan meninggal. James takut aku sedih, jadi dia menemaniku semalaman. Dia baru tidur sekarang, kalau ada pesan, sampaikan saja padaku.” Aku mengelus wajah putraku yang sudah membiru, lalu menjawab, “Sampaikan padanya, kita cerai saja.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Ternyata urusan mendesak yang dimaksud James hanyalah karena anjing peliharaan Rachel, cinta pertamanya meninggal dan dia tidak tenang meninggalkan Rachel sendirian.

Itulah alasan dia pergi dan mengabaikan teleponku.

Setelah menutup telepon, aku mulai mengurus pemakaman putraku dalam kondisi seperti mayat hidup, terasa mati rasa.

Bahkan saat kotak abu putraku diserahkan ke tanganku, aku masih agak linglung.

Aku tak mengerti, bagaimana mungkin anak kecil yang baru kemarin membisikkan panggilan ibu di telingaku, hari ini berubah menjadi sebuah kotak kecil seperti ini?

Teman dan kerabat yang hadir mencoba menghiburku. Di saat yang sama, mereka meluapkan kekesalan pada James. Mereka menghujatnya sebagai ayah yang tak bertanggung jawab karena bahkan tidak hadir di saat putranya meninggal.

Mereka merasa sepenting apapun urusan pekerjaannya, dia tetap harus melepaskan segalanya dan segera datang.

Sebagai pengusaha muda berprestasi di kota ini, James memang sangat sibuk. Tentu saja semua orang mengira dia tak hadir karena urusan pekerjaannya.

Namun, tepat satu menit yang lalu, Rachel baru saja mengunggah foto di media sosialnya. Sebuah foto James yang sedang tertidur dengan keterangan, [Terima kasih sudah menemaniku melewati masa sedih ini. Maaf sudah membuatku kelelahan nggak tidur semalaman, istirahatlah yang baik.]

Delapan tahun bersama James, semua orang bilang kami sudah berhasil melewati masa kritis tujuh tahun pernikahan dan akan bersama selamanya.

Namun, kenyataan pahit hari ini menyadarkanku bahwa ternyata cinta selama delapan tahun ini sia-sia.

Aku mengenal James saat dia baru memulai bisnisnya. Akulah yang menemaninya melewati masa-masa tersulit dan termiskin dalam hidupnya.

Saat menikah, dia menggenggam tanganku erat dan berjanji, “Kamu adalah tempatku untuk pulang.”

Aku mengingat kata-kata itu. Aku melepaskan kesempatan untuk berkarir bersamanya dan rela mengurus segala hal di rumah untuknya.

Setiap dia pulang, makanan hangat selalu siap di meja. Setiap pagi dia berangkat, pakaiannya selalu sudah kusiapkan sejak malam sebelumnya.

Setelah putra kami lahir, segala urusan besar maupun kecil anak itu pun aku yang menanganinya sendiri.

Meski dalam hati merasa lelah, aku tak pernah mengeluh sepatah kata pun.

Tahun-tahun berlalu, aku melihat perusahaannya semakin besar dan dia pun menjadi semakin sibuk.

Setiap kali putra kami merengek mencari ayahnya, aku selalu menghiburnya, mengatakan bahwa ayah adalah pahlawan super yang sedang pergi melawan orang jahat, jadi kita harus memahaminya.

Kupikir hanya perlu menunggu sampai perusahaan James stabil. Kupikir hari-hari kami sebagai keluarga kecil masih panjang, jadi tak perlu terburu-buru.

Sampai akhirnya Rachel, cinta pertamanya kembali dari luar negeri dan menjadi sekretarisnya. Mereka berangkat dan pulang kerja bersama. Baik perjalanan dinas maupun jamuan bisnis, selalu ada sosok Rachel di sisi James.

Bahkan setiap malam dia pulang, aku mencium aroma parfum samar di kemejanya.

Saat aku bertanya, James beralasan bahwa Rachel baru kembali dan tak mengenal siapapun, jadi dia membantunya bekerja demi rasa setia kawan sebagai teman lama.

Aku pun memilih untuk percaya padanya.

Karena dia pernah bilang bahwa aku dan putra kami adalah sandaran hatinya selamanya.

Namun, aku lupa satu hal, hati manusia mudah berubah.

Sekarang, saatnya bagiku untuk sadar akan kenyataan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status