LOGINDi hari ulang tahun putra kami yang kelima, kami sekeluarga pergi melihat hujan meteor. Di tengah perjalanan, suamiku menerima telepon dan pergi terburu-buru. Tengah malam, asma putraku kambuh dan satu-satunya obat yang ada malah tertinggal di dalam mobil suamiku. Aku menggendongnya, berlari pontang-panting di tengah alam liar yang sepi tak berpenghuni. Aku berulang kali mencoba menelepon suamiku, tapi yang kudapat hanyalah balasan pesan dingin yang berisi, [Aku ada urusan mendesak, jangan ganggu.] Keesokan harinya, akhirnya aku menerima telepon dari suamiku. Tapi, yang terdengar malah suara cinta pertamanya. “Tadi malam tiba-tiba anjingku sakit dan meninggal. James takut aku sedih, jadi dia menemaniku semalaman. Dia baru tidur sekarang, kalau ada pesan, sampaikan saja padaku.” Aku mengelus wajah putraku yang sudah membiru, lalu menjawab, “Sampaikan padanya, kita cerai saja.”
View MoreSetelah pergi, aku naik pesawat menuju Padang Gob yang luas untuk melihat galaxy dan langit penuh bintang.Ini adalah impian Leo. Sejak kecil, dia sangat menyukai astronomi.Hari ulang tahun itu seharusnya menjadi momen pertama kalinya dia melihat hujan meteor langsung di alam liar, tapi tak disangka tempat itu malah menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.Aku ingin mewujudkan mimpi ini untuknya.Surat cerai yang sudah ditandatangani James pun dikirimkan padaku.Mungkin karena rasa bersalah yang mendalam, dia menyusun ulang surat cerainya dan memberikan sebagian besar hartanya padaku.Tanpa basa-basi, aku menerima semuanya.Begitu tanda tangan, hatiku terasa sangat ringan, merasa kelegaan yang nyata.Sudah waktunya untuk pulang.Aku ingin menceritakan semua yang kulihat di perjalanan ini pada putraku, agar dia tahu bahwa ibunya telah mewujudkan mimpinya.Baru saja turun dari pesawat, aku menerima telepon dari asisten James.“Kak Vivi, cepat datang ke rumah sakit. Pak James kecelakaa
Kesedihan dan penderitaan yang kupendam selama beberapa hari ini akhirnya terlampiaskan.Aku merasa kematian putraku benar-benar tidak adil.Saat dia meninggal, ayahnya malah menemani wanita lain hanya karena seekor anjing mati. Betapa konyolnya kenyataan ini.Rachel yang tidak tahan melihatku menyalahkan James, langsung pasang badan di depan pria itu.“James nggak tahu kalau terjadi sesuatu pada Leo tadi malam. Sebagai ayahnya, dia sudah sangat sedih, kok kamu masih saja menyalahkannya?”Rachel ingin terus bicara, tapi tiba-tiba James mendorongnya menjauh.“Cukup! Jangan bicara lagi!”Rachel hampir terjatuh, wajahnya tampak sangat menyedihkan.“James, aku hanya nggak tega melihat Kak Vivi bicara begitu padamu, dia….”Untuk pertama kalinya, James tidak memberikan perhatian sedikit pun pada Rachel. Dia menatap mataku lekat-lekat, lalu berkata dengan suara penuh kepedihan,“Maaf… aku nggak tahu kalau asma Leo kambuh. Dulu, aku selalu mengira dia masih kecil, waktu untuk bersamanya masih
“Apa katamu? Nisan siapa?”James mematung di tempat dan menatap petugas pemakaman itu dengan tatapan tidak percaya. Petugas itu tampak bingung.“Ini nisan Leo Lois, putra Bu Vivi. Kalian temannya Bu Vivi?”James terhuyung beberapa langkah. Matanya menatap tajam ke arah nama yang terukir di nisan itu, seolah sedang mencari kesalahan atau bukti bahwa itu semua palsu.Namun, dia harus kecewa.Nama Leo Lois terukir dengan jelas di batu nisan itu.Itu adalah nama lengkap putraku.Saat ini, aku sudah mengumpulkan semua serbuk di tanah yang telah bercampur dengan debu ke dalam kotak abu. Dengan tangan yang penuh luka dan darah, aku memeluk erat kotak itu, tidak membiarkan siapapun menyentuhnya.Mata James berkaca-kaca, dia berteriak keras padaku,“Vivi! Kok kamu nggak bilang padaku kalau Leo kecelakaan?! Kenapa?!”Rachel yang berdiri di sampingnya tampak panik. Dia segera maju dan memegang tangan James.“James, masalah ini….”Namun, James bahkan tidak menoleh sedikit pun padanya kali ini. J
Sikap dinginku rupanya benar-benar menyulut amarahnya.“Sebenarnya maumu apa, sih? Sudah berapa kali kujelaskan, Rachel baru saja pulang dari luar negeri, dia nggak punya kenalan. Dia hanya bisa menghubungi aku. Kalau bukan aku, dia mau cari siapa lagi?”“Leo itu masih kecil, wajar kalau dia tantrum. Tapi, kamu sudah dewasa, masa masih mau bersikap nggak masuk akal begini?”“Apa sebenarnya yang kamu mau?”Mendengar kata-katanya, aku hanya merasa sangat konyol.Sebagai orang dewasa, emangnya Rachel nggak punya kemampuan bersosialisasi yang paling dasar sekalipun? Emangnya nggak ada satu pun rekan kerja yang dia kenal?Alasan ‘hanya bisa menghubungi James seorang’ itu jelas-jelas punya niat terselubung. Semuanya dilakukan hanya agar bisa berduaan dengannya. Sementara James, entah dia memang bodoh atau hanya pura-pura bodoh, mungkin hanya dia sendiri yang tahu.“Aku hanya ingin cerai denganmu, sekarang juga.”Jawabku dengan tenang.James sampai tak bisa berkata-kata sangking marahnya.Ti












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.