Di jantung pedalaman Kalimantan yang tak terjamah, di mana pepohonan ulin raksasa mencakar langit dan sungai Mahakam berdenyut seperti nadi bumi. Rara Kadila kini berdiri di atas pelataran batu ulin yang basah oleh embun abadi. Matanya menatap ke arah pusaran air di depannya. Tempat di mana legenda hidup, Naga Mahakam, bersemayam. Nyoman berdiri beberapa langkah dibelakang Rara meredam. Ia sudah berada di puncak Alam Semesta Maya, selangkah lagi menuju Alam Tujuh Langit. Di sampingnya, Panglima Kumbang berdiri dengan tangan bersedekap, menutup kedua matanya. "Kau siap, Ra?" Bisik Nyoman. Rara mengangguk. Energi roh berwarna hijau berpendar diselimuti energi roh berwarna biru. Di sisi kirinya, bermanifestasi sosok Putri Kadita yang tampak anggun. Dan di sisi kanannya, Putri Atar berdiri dengan senyum yang menenangkan bagi yang melihatnya. Tiba tiba, permukaan sungai meledak. Sesosok makhluk raksasa dengan sisik emas dan kumis panjang muncul dari ke
Last Updated : 2026-03-22 Read more