Tiga hari tersisa. Kejuaraan Pengendali Roh Se-Nusantara bukan sekadar ajang pamer kekuatan. Saat ini alam arwah Nyoman sudah berada di tingkat Alam Pijakan Bumi tingkat 2, sudah berhasil mendahului perkembangan dari Rara. Di Istana Yogyakarta, Nyoman dan Rara akan menghadapi lawan-lawan yang juga tidak kalah jenius dari mereka. Malam terakhir di Kuningan, Nyoman duduk di balkon vila, menatap puncak Gunung Ciremai. Rara muncul dari belakang, tanpa jaket kulitnya, hanya mengenakan kaos hitam santai. Ia duduk di samping Nyoman. "Nyoman.." suara Rara melembut, tidak ada nada judes di sana. "Kau tahu kan, di Jogja nanti mereka akan mencoba merekrutmu atau menjatuhkanmu?" Nyoman menoleh, menatap mata kekasihnya yang indah. Ia menggenggam tangan Rara. "Aku tahu. Tapi aku punya Rara, punya Mbah, punya Guruminda, dan Ahool. Aku tidak takut." Rara terdiam, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Nyoman."Jangan sampai terluka.. Kalau kau luka, aku tidak akan memaafkanmu.." "Iya, T
Magbasa pa