Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

last updateDernière mise à jour : 2026-03-24
Par:  Aldrian S.MEn cours
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
1 Note. 1 commentaire
65Chapitres
256Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

"Di mana kera putih menampakkan rupa, di situ bencana akan melanda." Nyoman hanyalah seorang pemuda yang terjebak dalam ramalan purba. Lahir dengan Roh Jiwa Kera Putih, sebuah anomali suci sekaligus pertanda petaka bagi tanah kelahirannya, Nusantara Nyoman memikul beban yang tak pernah ia minta. Di dunia di mana para Medium bertarung menggunakan kekuatan arwah, kemunculannya adalah sinyal bahwa Nusantara sedang berada di ambang kiamat. Demi menjaga negeri dari kehancuran yang justru diramalkan melalui dirinya sendiri, Nyoman harus menapaki jalur kultivasi yang berbahaya. Bersama Rara, sang pewaris misterius samudra, Nyoman berkelana melintasi samudra untuk membuka 9 Pintu Alam Arwah kultivasi miliknya. Apa yang Akan Kamu Temukan? Dalam perjalanan ini, dunia tidak lagi hanya berisi manusia. Kamu akan dibawa masuk ke dalam semesta di mana: Legenda Nusantara seperti Gatotkaca, Nyi Roro Kidul, dan Timun Mas bangkit kembali dengan kekuatan yang mematikan. Cerita Rakyat dan Dongeng yang kita dengar sewaktu kecil ternyata menyimpan rahasia hukum alam yang nyata dan berbeda! Mitologi Dunia dari dataran China hingga puncak Himalaya bersatu dalam satu sistem kekuatan elemen yang taktis dan logis. Jadilah Bagian dari Legenda! Dunia MAN LEGEND sangatlah luas dan terus berkembang. Penulis mengajak kalian para pembaca untuk ikut merajut benang takdir ini. Punya legenda, cerita rakyat, dongeng, atau sosok mitologi favorit? Kalian diperbolehkan menyarankan atau membantu merancang karakter baru berdasarkan mitos favorit kalian! Siapa tahu, sosok pilihanmu akan menjadi sekutu kuat atau musuh mematikan yang dihadapi Nyoman dalam perjalanannya menjaga Nusantara. Akankah Nyoman berhasil membalikkan ramalan bencana menjadi sebuah kebangkitan? Ataukah ia justru akan menjadi sosok yang menghancurkan seluruh semesta?

Voir plus

Chapitre 1

BAB 1-- MAKHLUK BERBULU HITAM

"Nyoman..ayo kita segera pulang! sebentar lagi matahari akan terbenam." teriak seorang pemuda dengan melambaikan tangan dan melihat ke arah atas sebuah pohon bambu yang besar.

"Tunggu sebentar. Aku ingin mencoba mencari monyet yang kemarin." balas pemuda yang berada di atas pohon bambu tersebut.

"ahh.. dasar monyet! nanti aku dimarahi ibuku lagi jika pulang terlalu lama." Ucap pemuda yang berada dibawah dengan kesal mendengar jawaban temannya.

"Iya iya aku turun.. Minggir! aku mau lompat!" Seru pemuda diatas dan langsung melompat disaat temannya sudah merubah posisi berdiri ke arah samping.

"Hap!! ayo pulang!" Kata pemuda tersebut setelah sampai di bawah.

Mereka berdua pun menyusuri jalan setapak yang dikedua sisinya ditumbuhi rumput dan ilalang yang tingginya kurang lebih 1 meter.

"Apa gak terasa gatal, Man?" tanya pemuda yang berjalan dibelakang mengikuti jejak temannya.

"Gak, biasa aja..." jawab pemuda yang berjalan didepan.

"Malah aku heran dengan kamu dan yang lain, lemah sekali.. merasa gatal hanya karena memanjat pohon bambu." lanjutnya dengan nada yang agak mengejek.

PLAK!!

Pemuda dibelakang lari menyusul dan memukul lengan pemuda yang berjalan didepan lalu berkata "Kau saja yang aneh!! kulitmu itu terbuat dari apa sih?" lalu dia berlari meninggalkan pemuda yang dia pukul.

"Kamu!! hei!! sini kau!! sakit tau!!" teriak pemuda yang terkena pukulan, lalu lari mengejar temannya.

"Sok sok an ngatain orang lemah! dipukul sedikit aja udah sakit... weee... dasar monyet bambu!!" Ejek pemuda yang berlari didepan.

Nyoman adalah pemuda kerap kali dipanggil teman-temannya "monyet bambu" lantaran dia suka sekali memanjat pohon-pohon bambu dan tidak seperti orang lain, dia bahkan sama sekali tidak merasa gatal saat kulitnya menyentuh bambu liar dihutan.

"Awas kau ya!!!" teriak Nyoman dengan nada kesal karena diejek dan terus berlari mengejar pemuda didepan yang memukul lengan dan mengejeknya.

Satria, Dia merupakan teman sepermainan Nyoman dari kecil.

Hari sudah hampir gelap.

Setelah beberapa saat, mereka sudah hampir sampai di kampung tempat tinggal mereka, Kampung Tiing. Tiing adalah bahasa daerah suku Bali yang berarti bambu. Seperti namanya kampung ini berdekatan dengan hutan penuh pohon - pohon bambu yang luas dan rimbun.

Nyoman dan Satria adalah dua pemuda yang kerap kali bermain di hutan bambu tersebut.

Nyoman saat ini berusia delapan belas tahun dan baru lulus sekolah menengah atas beberapa bulan yang lalu. Sedangkan Satria masih berumur tujuh belas tahun dan masih duduk di kelas tiga sekolah menengah atas.

Sebagai teman sepermainan dari kecil, mereka mempunyai kegemaran yang sama yaitu mereka suka bermain di alam terbuka, menangkap burung, memanjat pohon, serta berenang diperairan seperti sungai. Keduanya hampir setiap hari bermain dan menjelajahi sekitaran Kampung Tiing. Mereka berdua sangat mengenal daerah sekitar kampung. Mungkin tidak ada orang lain selain mereka yang mengenal daerah sekitar kampung sebaik mereka.

Hari sudah gelap.

Nyoman dan Satria pun berhenti di depan pagar sebuah rumah kayu yang besar dua lantai. Rumah ini tidak lain adalah tempat tinggal Satria. Halamannya luas dan ada kolam ikan berbentuk lingkaran dihalaman di sisi kanan rumah tersebut.

Tidak jauh dari kolam ikan, ada sebuah pohon mangga yang besar tetapi hanya sedikit buah yang bisa terlihat, lantaran buahnya sering diambil Satria, Nyoman, dan anak anak kampung lainnya.

Tidak lama di depan pagar, Satria berkata sambil melambaikan tangannya,

" Aku duluan ya Man.. ibuku mungkin saja sudah menungguku didalam." lalu Satria membuka pagar rumahnya dengan pelan lalu terkejut menoleh kebelakang medengar Nyoman yang yang berteriak.

"Ibu Ranti!! Satria udah pulang nih!!" lalu Nyoman pun dengan segera pergi meninggalkan Satria yang raut wajahnya terlihat ketakutan.

"Nyoman!! kau!!!" ucap Satria kepada Nyoman dengan nada berbisik tetapi bertingkah seperti sedang berteriak dan raut mukanya terlihat kesal.

Nyoman pun pergi seraya menahan tawa meninggalkan Satria yang pasrah dengan nasibnya.

Diperjalanan pulang, dia berpapasan dengan beberapa orang orang dikampung sembari menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Ini adalah salam tradisi suku Bali ketika berpapasan menunjukkan tanda kesopanan dan tata krama. Orang orang kampung pun melakukan hal yang sama untuk membalas salam dari Nyoman.

Diperjalanan, Nyoman melalui sebuah rumah yang memiliki halaman terbuka tanpa pagar.

Nyoman memperhatikan hal yang tidak biasa dirumah tersebut. Rumah tersebut sangat gelap tanda lampu lampunya belum dinyalakan. Setahu Nyoman, pemilik rumah tersebut tidak sedang berpergian pada hari itu. Nyoman melihat bahwa pintu rumah tersebut terbuka, dan dia semakin penasaran untuk memasuki halaman dan memeriksa keadaan penghuni rumah.

Tidak seperti kebanyakan rumah, pintu depan rumah tersebut berada disamping jika dilihat dari sisi jalan didepan halaman.

Nyoman memberanikan diri masuk perlahan untuk melihat apa yang terjadi didalam rumah. Bukan karena takut, Nyoman berjalan perlahan untuk menghindari dirinya dituduh tidak sopan bahkan di tuduh ingin melakukan hal tidak baik seperti mencuri misalnya.

Setelah sampai di depan pintu yang sedari awal sudah terbuka, Nyoman terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini. Dalam kegelapan dia sekilas melihat dua orang terbaring dan dua makhluk yang sebelumnya tidak pernah dia tau bentuknya. Satu orang yang terbaring sepertinya tidak sadarkan diri, dan betapa terkejutnya dia melihat orang yang kedua tidak memiliki kepala!

Lantas Nyoman melangkah mundur karena takut dan terkejut melihat itu dan hampir berteriak,

"Aahh.. Em!" Nyoman segera menutup mulutnya dikarenakan salah satu makhluk yang berada tidak jauh dari mayat tanpa kepala melihat kebelakang.

Sekilas Nyoman melihat makhluk tersebut memiliki sepasang mata berwarna merah menyala dan empat gigi taring di mulut makhluk tersebut, dua taring panjang dari sisi atas mulut dan dua lagi taring yang agak pendek dari sisi bawah mulut.

Setelah sadar bahwa makhluk tersebut menyadari kehadiran Nyoman, Nyoman pun dengan cepat berlari keluar halaman.

Setelah sampai di sisi jalan utama, Nyoman sekilas melihat kembali kearah rumah tersebut. Dua makhluk berbulu hitam lebat keluar dari pintu seakan ingin segera mengejar Nyoman.

Mungkin makhluk tersebut lebih tinggi dari Nyoman. Perlu diketahui, perawakan Nyoman terbilang cukup tinggi yaitu 172 cm. Jadi kemungkinan makhluk tersebut setinggi lebih dari dua meter!

Nyoman sudah berlari agak lama, 'Apa itu tadi?? Gorila??' pikirnya sembari panik melihat kebelakang juga sekitar.

'Apakah sudah aman?' pikirnya sambil memegang dadanya yang sesak karena berlari dan karena rasa takutnya.

Segera dia melihat kembali kebelakang dan alangkah terkejutnya dia ketika kembali melihat kedepan!

Kedua makhluk menyerupai gorila sebelumnya sudah muncul entah dari mana tak jauh di depan di dekat lampu jalan!!

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

Aldrian S.M
Aldrian S.M
Hi, Mohon dukungan, kritik, dan sarannya ya
2026-02-23 22:59:19
1
0
65
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status