Awan putih melayang ringan, dan angin sepoi-sepoi bertiup lembut.Di langit, armada kapal berlayar menembus awan putih, dan di salah satu kapal awan dalam armada itu, alunan zither yang merdu, seindah musik surgawi, terus terdengar.Musiknya indah dan merdu, memabukkan telinga. Diiringi awan putih dan angin sepoi-sepoi di langit, musik itu membuat seseorang melupakan semua kekhawatiran, seolah-olah berada di surga.Chu Jianqiu, mengenakan jubah hijau, duduk bersila di geladak perahu awan. Di sampingnya ada meja teh, tempat teh sedang diseduh, dengan kepulan uap putih yang naik.Ruan Yulou berlutut di geladak perahu awan di sampingnya, terus-menerus menyeduh dan menyajikan teh untuknya.Tidak jauh dari situ, Du Hanyan sedang memainkan kecapi, dan musik surgawi mengalir dari jari-jarinya yang ramping.Chu Jianqiu, mengenakan jubah hijau, berkibar tertiup angin. Ia memegang secangkir teh di tangannya, menyeruputnya sambil memandang ke kejauhan. Mendengarkan alunan musik kecapi merdu Du H
Baca selengkapnya