"Sayang, kata dokter, selama trimester pertama kamu gak boleh te—" "Ka-ka-kamu hamil, Rain?" Kalimat yang keluar dari mulut Satria, dipotong begitu saja oleh Andrean yang berdiri di hadapan Rain. Pria itu kaget melihat Satria keluar dari ruangan obygin dengan bungkusan obat dan surat hasil pemeriksaan kandungan di tangannya. Sepasang mata Andrean spontan melotot, menatap Rain dan Satria bergantian. Sedangkan kedua tangannya mengencang, terkepal erat di sisi tubuh. "Kamu beneran hamil, Rain?" tanya Andrean, mengulangi pertanyaannya lantaran tak kunjung mendapatkan jawaban dari Rain. Kali ini, bibir pria itu berbicara sedangkan tangannya bergerak, meraih jemari Rain dan hendak menggenggamnya. Namun, dengan cepat Rain menarik tangannya dan mundur dari posisinya mendekati Satria. "Rain, a—" "Ya, aku emang hamil. Kenapa? Ada yang salah?" kata Rain sembari memeluk mesra lengan Satria. "Oh iya, lupa! Selama ini kan kamu tahunya aku mandul!" lanjutnya dengan sudut bibir tersungging, t
최신 업데이트 : 2026-05-14 더 보기