Setelah sesi spooning yang panjang dan mesra, Gito menarik tubuh Windy agar berbaring telentang di tengah ranjang king-size. Ia naik ke atasnya dengan perlahan, tubuh besar dan beratnya menindih tubuh ramping Windy yang masih basah keringat. Windy membuka lebar kedua kakinya, lututnya ditekuk tinggi, telapak kakinya menapak di kasur, menyambut Gito dengan penuh kerelaan.Gito memposisikan diri di antara paha Windy. Batangnya yang masih sangat keras dan tebal karena obat kuat menggesek celah vaginanya yang licin beberapa kali, mengoleskan cairan mereka yang sudah bercampur.“Om… masuk pelan dulu,” bisik Windy sambil memeluk leher Gito.Gito mendorong pinggulnya perlahan. Batangnya yang besar membelah dinding vaginanya yang hangat dan masih sensitif, masuk dengan mulus hingga tenggelam sepenuhnya hingga pangkal.“Aaaahhh…” Windy mendesah panjang, punggungnya melengkung, kuku-kukunya menancap di punggung Gito. “Penuh sekali, Om… rasanya sampai perut Windy.”Gito menindih tubuh Windy sepe
Última actualización : 2026-05-19 Leer más