Malam ini, suasana rumah besar Gito terasa dingin dan tegang. Sonya sudah diusir beberapa hari lalu, Leon pergi,, dan rumah itu kini terasa kosong. Gito duduk di ruang kerja lantai satu dengan segelas whiskey di tangan,, rahangnya mengeras. Ia tak bisa tidur sejak menyaksikan Sonya dan Leon bercinta di lantai atas.Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Bi Rosa, pembantu baru, membukakan pintu.“Pak, ada Nona Windy,” katanya pelan.Windy melangkah masuk dengan percaya diri. Gadis 19 tahun itu memakai tank top ketat berwarna putih yang menonjolkan payudaranya yang sedang tapi kencang, serta celana pendek jeans yang memperlihatkan pahanya yang mulus. Rambutnya diikat ponytail tinggi, wajahnya manis tapi matanya selalu penuh perhitungan.“Om Gito,” sapa Windy dengan suara lembut. “Aku mau ngambil bajuku.”Selama beberapa hari ini, Windy tinggal di hotel kecil. Gito menatap Windy lama. Ia tahu Windy adalah ponakan Sonya, tapi dia tak pernah terlalu dekat dengan Windy ini. Namun malam ini, meliha
Last Updated : 2026-05-12 Read more