Namun Sonya langsung menolak, suaranya tegas meski ia berusaha tetap tenang, "Tidak perlu, Pak. Saya yang akan mengurusnya. Bu Lidya baru saja tiba, biarkan dia istirahat." Jantungnya berdebar kencang—'Kalau Lidya yang mengurusnya, dia pasti akan menggoda Leon lagi. "Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi!" Tepat saat itu, bel pintu berbunyi—teman Lidya datang untuk mengajak Lidya pergi ke mal berbelanja dan minum kopi, dengan alasan itu akan membantu meredakan stres. "Lidya, ayo! Windy, ikutlah bersama kami!" teman Lidya mengajaknya. Windy menggeleng, "Tidak, Bu. Aku akan tinggal di rumah." Lidya setuju untuk pergi, "Oke, aku baik-baik saja. Jaga Leon, Sonya!" katanya, melirik Leon lagi. Tapi Sonya merasa lega di dalam hati—'Akhirnya, Lidya pergi. Aman untuk saat ini.' Setelah Lidya pergi, Gito mengusulkan lagi, "Kalau begitu biarkan Windy menggantikanmu, Sonya. Kamu istirahat dulu." Sonya tidak keberatan—dia yakin bahwa Windy, yang masih polos, tidak akan melakukan hal
Última actualización : 2026-04-09 Leer más