Armada kapal perang surgawi yang megah kini mengelilingi Aksara dan Luna, memancarkan aura ilahi yang menekan. Ribuan prajurit surgawi, dengan armor emas dan senjata berkilauan, mengarahkan tombak dan pedang mereka ke arah kedua pengembara itu. Di garis depan, berdiri seorang komandan Penjaga Surgawi, seorang dewa berwajah tegas dengan janggut perak panjang dan mata yang memancarkan kebijaksanaan kuno. Aura Qi-nya jauh melampaui Tahap Keabadian, mendekati tingkat dewa sejati. “Berhenti, penyusup!” suara komandan itu menggelegar, memenuhi kehampaan ruang. “Kalian telah melanggar Batas Alam Dewa tanpa izin. Siapa kalian, dan apa tujuan kalian di sini?” Aksara, dalam wujud manusianya, melangkah maju, Kunci Kosmik di tangannya memancarkan cahaya lembut. Ia membungkuk hormat, menunjukkan rasa hormat kepada entitas yang lebih tinggi. Luna berdiri di sampingnya, pedang spiritualnya masih di sarungnya, namun matanya memancarkan kewaspadaan. “Salam, Komandan Penjaga Surgawi,” kata Aksara, s
Last Updated : 2026-04-09 Read more