Mag-log inAksara pemuda 18 tahun menderita karena dirinya memiliki Tubuh Spiritual Alam Tertinggi, yang seharusnya dia bisa berkultivasi, namun malah membuat nya menderita, sejak kecil dia tidak merasakan energi spiritual. namun saat ia di usir dan memasuki reruntuhan kuno dia mendapat giok naga yang membuat hidupnya berubah 180° dan mengubahnya menjadi Pendekar Penguasa Bumi!!!
view moreAngin dingin menusuk tulang, membawa serta aroma busuk dari limbah pasar yang mengering. Aksara, dengan tubuh kurusnya yang hanya terbalut pakaian lusuh, meringkuk di balik tumpukan karung goni.
Perutnya keroncongan, namun rasa lapar itu sudah menjadi teman akrabnya sejak lama. Di usianya yang ke-18, seharusnya ia sudah menjadi seorang kultivator muda yang menjanjikan, mengolah energi spiritual dan menapaki jalan keabadian. Namun, takdir berkata lain.Ia terlahir dengan apa yang disebut sebagai ‘Tubuh Spiritual Alam Tertinggi’, sebuah anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam ribuan tahun. Konon, pemilik tubuh ini memiliki potensi tak terbatas untuk menyerap dan mengolah energi spiritual, menjadi kultivator terkuat di seluruh Terra Nova. Namun, bagi Aksara, anugerah itu adalah kutukan. Sejak kecil, ia tidak pernah bisa merasakan sedikit pun energi spiritual. Tubuhnya, yang seharusnya menjadi wadah sempurna, justru menolaknya. Ia adalah sebuah paradoks, sebuah lelucon alam. “Lihatlah si sampah itu! Masih hidup rupanya,” suara cemoohan menusuk telinganya. Aksara mengangkat kepalanya, menatap tiga pemuda sebaya yang berdiri di depannya. Mereka adalah anak-anak dari keluarga kaya di desa, yang sudah lama menjadikannya sasaran ejekan dan intimidasi. Pemimpin mereka, seorang pemuda bertubuh kekar dengan seringai jahat, adalah Bayu, putra kepala desa. “Kau tahu, Aksara, seharusnya kau sudah mati saja. Untuk apa hidup jika hanya menjadi beban dan aib bagi desa ini?” ejek Bayu, menendang karung goni di samping Aksara. Teman-temannya tertawa terbahak-bahak.Aksara mengepalkan tangannya, menahan amarah yang membakar. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa ia bukan sampah. Namun, apa dayanya? Tanpa kekuatan spiritual, ia hanyalah manusia biasa yang lemah. Ia hanya bisa menunduk, membiarkan kata-kata tajam itu menghujam hatinya. "Pergi dari sini, Aksara. Jangan kotori pemandangan kami,” usir Bayu, meludah ke tanah di dekat kaki Aksara. “Atau kau ingin merasakan tinjuku lagi?”Aksara bangkit perlahan, tubuhnya gemetar. Ia tidak ingin mencari masalah. Dengan langkah gontai, ia meninggalkan pasar, berjalan tanpa tujuan menyusuri jalanan desa yang sepi. Rasa frustrasi dan keputusasaan menyelimuti dirinya. Mengapa ia harus terlahir seperti ini? Mengapa takdir begitu kejam padanya?Ia terus berjalan hingga tiba di pinggiran desa, di mana reruntuhan kuil kuno yang sudah lama ditinggalkan berdiri. Tempat itu angker, dipenuhi cerita-cerita seram tentang roh jahat dan monster. Namun, bagi Aksara, tempat itu adalah satu-satunya pelarian. Di sana, ia bisa sendiri, jauh dari tatapan menghina dan cemoohan orang lain.Saat ia melangkah masuk ke dalam reruntuhan, kakinya tersandung sesuatu. Ia terjatuh, dan tangannya menyentuh sebuah benda dingin yang tersembunyi di balik semak belukar. Itu adalah sebuah liontin, terbuat dari batu giok hitam pekat, dengan ukiran naga yang melingkar indah. Liontin itu memancarkan aura misterius, seolah memiliki kehidupan sendiri. Aksara merasakan dorongan aneh untuk mengambilnya. Saat jari-jarinya menyentuh permukaan liontin, sebuah cahaya hitam pekat memancar, menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia merasakan sensasi tertarik, seolah jiwanya ditarik keluar dari raganya. Pandangannya menggelap, dan ia kehilangan kesadaran.Ketika Aksara membuka matanya lagi, ia tidak lagi berada di reruntuhan kuil. Ia berada di sebuah tempat yang aneh, dipenuhi kabut keemasan dan pilar-pilar batu raksasa yang menjulang tinggi. Di depannya, terhampar sebuah danau kristal yang memancarkan cahaya lembut. Dan di tengah danau itu, berdirilah sesosok naga raksasa yang megah, sisiknya berkilauan seperti emas murni, matanya memancarkan kebijaksanaan kuno. “Manusia rendahan, beraninya kau mengganggu tidurku?” suara berat dan menggelegar memenuhi seluruh ruang. Itu adalah suara naga. Aksara terkesiap, tubuhnya membeku ketakutan. Ia belum pernah melihat naga sungguhan sebelumnya, hanya dalam legenda.“A-aku… aku tidak bermaksud…” Aksara tergagap, mencoba menjelaskan. “Aku hanya menyentuh liontin itu…” Naga itu menatapnya tajam. “Liontin itu adalah segelku. Kau telah membebaskanku, manusia. Namun, aku merasakan sesuatu yang aneh dalam dirimu. Tubuh Spiritual Alam Tertinggi… tapi mengapa begitu lemah?”Aksara menceritakan kisahnya, tentang kutukan yang menimpanya, tentang bagaimana ia tidak bisa berkultivasi meskipun memiliki bakat tertinggi. Naga itu mendengarkan dengan seksama, matanya yang kuno memancarkan kilatan pemahaman.“Menarik,” gumam naga itu. “Kutukan yang kuat, namun bukan tidak mungkin dipecahkan. Aku adalah Ignis, Leluhur Naga Kuno. Aku telah terperangkap dalam segel itu selama ribuan tahun, menunggu pewaris yang layak.”“Pewaris?” tanya Aksara, bingung. “Ya. Aku membutuhkan seseorang untuk membantuku mengembalikan kejayaan ras naga, dan menjaga keseimbangan dunia ini dari kegelapan yang akan datang,” jelas Ignis. “Kau memiliki potensi itu, Aksara. Tubuh Spiritual Alam Tertinggi bukanlah lelucon. Aku bisa membantumu membuka potensimu, mematahkan kutukan itu, dan membimbingmu menjadi kultivator terkuat yang pernah ada.” Aksara terdiam, mencerna kata-kata Ignis. Tawaran itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Ia, seorang sampah yang diremehkan semua orang, kini ditawari kesempatan untuk menjadi kuat oleh seekor naga legendaris? Namun, keputusasaan dan keinginan untuk membuktikan dirinya lebih besar dari keraguannya. “Apa yang harus kulakukan?” tanya Aksara, suaranya bergetar.Ignis tersenyum, senyum naga yang penuh misteri. “Terima bimbinganku, dan percayalah padaku. Ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan sulit, Aksara. Tapi jika kau berhasil, kau akan menjadi Penguasa Bumi, dan tidak ada yang bisa meremehkanmu lagi.” Aksara mengangguk, tekad membara di matanya. Saat itu juga, ia merasakan percikan energi spiritual pertama dalam hidupnya, mengalir hangat di nadinya. Sebuah harapan baru menyala di hatinya, mengusir kegelapan yang selama ini menyelimutinya. Ini adalah awal dari perjalanannya, awal dari legenda Penguasa Bumi.Ketika tim eksplorasi memasuki gerbang dan memasuki multiverse kedua, mereka langsung terpesona oleh keindahan dan kompleksitas dari dunia yang mereka lihat. Multiverse ini sangat berbeda dari multiverse yang telah mereka kenal. Daripada terdiri dari enam alam yang berbeda, multiverse ini tampaknya terdiri dari ribuan dimensi yang saling terhubung, masing-masing dengan karakteristik dan budaya yang unik.Cahaya yang memancar dari dimensi-dimensi ini menciptakan spektrum yang indah, spektrum yang lebih kompleks dan lebih kaya daripada spektrum yang diciptakan oleh enam alam di multiverse pertama. Aksara merasakan keajaiban dan kekhawatiran yang bercampur aduk dalam hatinya. Ia menyadari bahwa apa yang telah ia percayai sebagai seluruh alam semesta hanyalah sebagian kecil dari realitas yang jauh lebih besar."Ini luar biasa," kata Dr. Nexus dengan suara yang penuh dengan keajaiban. "Teknologi yang digunakan untuk membangun multiverse ini jauh melampaui apa yang kami pahami. Ini bukan ha
Tiga bulan telah berlalu sejak Jenderal Orion melaporkan tentang aktivitas yang mencurigakan di perbatasan multiverse. Selama waktu ini, Tim Penelitian Khusus yang telah dibentuk telah bekerja tanpa henti untuk menyelidiki sumber dari aktivitas-aktivitas ini. Tim ini terdiri dari para ahli dari berbagai alam, termasuk para ilmuwan dari Peradaban Cygnus, para dewa dari Alam Dewa, para makhluk primordial dari Alam Primordial, dan para penyihir dari Alam Spiritual.Kepala Tim Penelitian Khusus adalah seorang ilmuwan bernama Dr. Nexus, yang berasal dari Peradaban Cygnus. Dr. Nexus adalah seorang yang sangat cerdas dan berdedikasi, dan ia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempelajari struktur multiverse dan hukum-hukum yang mengaturnya. Ketika Dr. Nexus datang ke Menara Keseimbangan untuk melaporkan penemuannya kepada Aksara, ia membawa dengan dirinya sebuah perangkat yang aneh, sebuah perangkat yang tampaknya terbuat dari material yang tidak ada di multiverse yang dikenal.
Satu tahun telah berlalu sejak pengadilan terhadap Dewa Angin. Selama waktu ini, Aksara telah bekerja keras untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan memperkuat sistem pemerintahan multiverse. Sistem hukum multiverse telah diuji dan terbukti mampu berfungsi dengan adil dan transparan. Departemen-departemen yang telah dibentuk untuk mengelola berbagai aspek dari multiverse telah mulai bekerja dengan efektif, dan perdagangan antar alam telah berkembang dengan lancar.Namun, Aksara juga menyadari bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi masih ada di luar sana, dan mereka masih merupakan ancaman bagi multiverse. Selain itu, ada beberapa alam yang masih menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan yang telah dibentuk.Aksara mengadakan pertemuan dengan Dewan Multiverse untuk mendiskusikan strategi jangka panjang untuk memastikan stabilitas dan keamanan multiverse. Dalam pertemuan ini, Aksara menyaji
Pengadilan terhadap Dewa Angin berlangsung di ruang pengadilan khusus yang telah dibangun di Kota Multiverse. Ruangan ini dirancang untuk memastikan bahwa pengadilan ini adil dan transparan, dengan perwakilan dari semua alam yang hadir untuk menyaksikan prosiding ini.Dewa Angin berdiri di depan panel hakim yang terdiri dari tiga orang—seorang dari Alam Spiritual, seorang dari Alam Dewa, dan seorang dari Alam Primordial. Panel hakim ini dipilih karena kebijaksanaan dan integritas mereka, dan mereka memiliki tanggung jawab untuk menentukan hukuman yang sesuai untuk pengkhianatan Dewa Angin.Aksara duduk di ruang penonton, menatap pada Dewa Angin dengan pandangan yang penuh dengan kesedihan. Ia mendengarkan saat para hakim mengajukan pertanyaan kepada Dewa Angin tentang motif dan tindakan-tindakannya."Mengapa kau memilih untuk bekerja sama dengan entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi?" tanya hakim dari Alam Spiritual."Karena aku percaya bahwa sistem pemerintahan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.