Fajar di Alam Bayangan tidak pernah datang dalam wujud cahaya mentari, melainkan hanya pergeseran tipis dari kegelapan pekat menjadi kelabu suram. Namun, pada hari itu, kelabu itu terasa penuh dengan ketegangan yang membara. Pasukan perlawanan, yang kini dipimpin oleh Aksara, Luna, dan Dewa Angin, berkumpul di pinggir gurun bayangan, menatap Menara Kegelapan yang menjulang tinggi di kejauhan. Menara itu, yang terbuat dari materi gelap yang tak bisa dihancurkan, memancarkan aura yang menekan, seolah ia adalah jantung dari Kekosongan Abadi itu sendiri. Aksara berdiri di depan pasukannya, Hati Cahaya berdenyut lembut di dadanya, memancarkan cahaya keemasan yang menenangkan. Ia telah mencapai Transformasi Naga Kosmik Kedua, dan ia siap untuk menghadapi apa pun yang menanti. Luna dan Dewa Angin berdiri di sampingnya, mata mereka memancarkan tekad yang membara. Di belakang mereka, para pejuang perlawanan, meskipun jumlahnya tidak banyak, memiliki semangat yang tak tergoyahkan. “Hari ini,
最後更新 : 2026-04-14 閱讀更多