12"Bagus! Aku nggak ada, kamu malah nekat jadi pebinor!" desis Dimas, sambil meninju pelan lengan kanan sahabatnya. "Yiran adalah Darling ketigaku. Abang, kedua, dan Neng poni yang pertama," kilah Lazuardi. "Dimas sudah mau nikah. Ardi masih ngotot panggil Darling," ledek Beni."Panggilan itu nggak akan berubah sampai kapan pun, Bang," sanggah Lazuardi. "Aku ngebayangin, kalian sudah tua. Duduk bareng sambil mancing. Terus, panggil Darling. Kok, nggilani?" seloroh Ukky Dzaka Dzimar, tim lapis 4."Itulah keromantisan sejati," kukuh Lazuardi. "Geli aku dengarnya," cibir Valdi Gunawan, anggota tim lapis 4."Abaikan. Mereka memang sakit jiwa," timpal Frank Arville, tim lapis 4."Woi! Maju!" seru Sunardi Hendarto, tim lapis 4."Antre, yeuh!" pekik Harun Alfaridzi, anggota tim lapis 4 juga. Lazuardi bergeser ke kanan bangku. Dia memaksa duduk di tepi kursi hingga Dimas terpaksa bergeser. Satu per satu ajudan lapis 4 dan seterusnya, maju guna menyalami sang calon pengantin. Mereka kompa
Última actualización : 2026-05-04 Leer más