"Terserah,"Tit! Nareswari menutup ponsel cepat, tanpa tahu apa yang akan Sadewa katakan selanjutnya. Hening, kamarnya sangat dingin karena jendela terbuka, tirai kamarnya bergerak mengikuti angin. Nareswari mendekati jendela, merasakan angin menyapa dirinya, dia menghembuskan nafas, kini kulitnya terasa dingin, setelah tadi suhu sangat panas hanya karena menerima telepon dari Sadewa. "Bagaimana ini Tuhan,"Nareswari menggerutu, perasaannya campur aduk, dia masih bisa merasakan tangannya tak bisa diam dan mulai sedikit berkeringat, tidak biasanya. "Gak mungkin, fokus Nareswari. Ingat apa tujuanmu,"Nareswari sambil memukul kepalanya pelan. Kali ini dia tidak boleh bertingkah bodoh, meski perasaan janggal meratapinya. ... Pukul 06.40Sadewa sudah siap di depan rumah Nareswari, Nareswari hanya tinggal memakai sepatu, lalu setelah itu dia mengunci rumahnya itu. "Ini, pakai helm,"Pinta Sadewa, Nareswari mengambil helm itu, dia tiba-tiba berpikir, bagaimana Sadewa punya helm dua?
Última atualização : 2026-04-25 Ler mais