"Anak orang kaya? Tuan, anda terlalu banyak menonton drama picisan," sahut Kevin dengan tawa hambar yang dipaksakan, berusaha menutupi gemuruh di dadanya. "Saya hanya takut selera anda terlalu tinggi. Jika saya membuat kopi yang buruk, anda mungkin akan memotong gaji saya atau lebih buruk lagi, memecat saya di tengah jalan." Edward berhenti mengaduk, ia menatap Kevin dengan pandangan yang sulit dibaca melalui uap kopi yang mengepul. "Begitukah? Kau tampak sangat asing dengan sendok dan gula untuk seseorang yang mengaku hidup sebatang kara." "Justru karena saya hidup sendiri, saya terbiasa melakukan semuanya dengan praktis, Tuan. Saya memasak, mencuci, dan melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan siapapun. Mungkin cara saya saja yang sedikit berantakan," bela Kevin sembari mulai membersihkan bubuk kopi yang berserakan dengan gerakan yang dibuat-buat cekatan. Edward mengangguk pelan, meski guratan skeptis masih membekas di keningnya. Ia menyesap kopi hitam racikannya sendiri, lalu be
Read more