"Tuan, m-maksud saya... bukankah lebih baik saya berjaga di depan pintu saja?" Kevin terbata, suaranya yang biasanya stabil kini bergetar di ambang kepanikan. "Tempat seperti itu sangat tertutup, saya bisa memastikan keamanan anda jauh lebih baik dari luar." Edward menghentikan langkahnya sejenak, melirik Kevin dengan sebelah alis terangkat. "Di depan pintu? Dan membiarkan siapa pun yang lewat tahu bahwa Edward Mahesa sedang berendam tanpa perlindungan di dalam? Jangan konyol, Kevin. Kau masuk bersamaku. Itu perintah, bukan tawaran." Tanpa menunggu jawaban, Edward melangkah menuju mobil. Kevin mengekor dengan bahu yang tampak kaku, seolah ia sedang berjalan menuju tiang gantungan. Seluruh sel di otaknya berputar liar, mencari alasan medis, alasan taktis, atau bahkan alasan mistis sekalipun untuk menghindari situasi ini. Di dalam kabin mobil yang hening, jeritan batin Kevin jauh lebih bising daripada deru mesin. Bagaimana mungkin ia bisa masuk ke dalam ruangan privat bersama lelaki
最後更新 : 2026-05-14 閱讀更多