"Siapa namamu?"Suara itu rendah, namun memiliki daya getar yang mampu menghentikan napas siapa pun di dalam aula besar itu. Edward Mahesa tidak sedang bertanya, ia sedang menuntut sebuah identitas. Sang miliarder itu duduk dengan kaki menyilang, punggungnya tegak, memberikan kesan bahwa ia adalah penguasa mutlak atas gedung pencakar langit ini."Kevin."Suara itu keluar dengan nada serak yang dipaksakan, berat dan dalam, seolah tenggorokannya baru saja menelan debu jalanan. Marlina, yang kini sepenuhnya mengenakan topeng sebagai Kevin, berdiri tegap. Matanya yang tajam tertuju lurus pada pria di ujung ruangan, tidak goyah meski aura Edward begitu menekan.Edward menutup berkas di tangannya dengan dentuman pelan yang menggema. Ia perlahan mengangkat kepalanya, membiarkan sepasang matanya yang sedingin es menyisir penampilan Kevin, dari topi baseball yang usang hingga sepatu boots yang penuh tanah. Detik demi detik berlalu dalam keheningan yang menyiksa, hingga sebuah tawa pendek, ham
Last Updated : 2026-04-11 Read more