Bab 103: Koki Kelaparan dan Deteksi PotensiLangkah kaki Anna terasa semakin berat saat menyusuri trotoar pualam Distrik Satu.Di tangan kanannya, selembar surat penolakan kerja kembali ia remas kuat-kuat sampai kusut. Logo restoran bangsawan bintang lima itu masih terlihat jelas di bagian atas surat.Alasannya sama seperti biasa.“Rank terlalu rendah.”Anna tertawa kecil.Pahit.Sebagai koki yang secara resmi hanya tercatat sebagai Rank F di asosiasi pekerjaan kerajaan, tidak ada restoran elit yang benar-benar mau memberinya kesempatan. Bahkan sebelum mencoba masak pun, ia sudah ditolak hanya karena status.Kruuuuk...Perutnya kembali berbunyi keras.Anna refleks memegangi perutnya dengan wajah pucat.Di dalam tas selempangnya, seekor ayam kecil berbulu kuning perlahan menjulurkan kepala dengan kondisi tak kalah mengenaskan.“Ci...”Chiki, familiar ayam peliharaannya, bahkan sudah terlalu lemas untuk berkotek dengan benar.Bia
Last Updated : 2026-06-05 Read more