LOGINDi Akademi Aethelgard, Upacara Manifestasi adalah momen penentu nasib di mana setiap remaja mendapatkan Job Class dan artefak suci. Raka, sang jenius taktis dengan rekam jejak fisik sempurna, diprediksi akan menyandang gelar legendaris seperti Dragon Knight. Namun, saat cahaya merah muda pucat muncul menggantikan pendar emas yang diharapkan, seluruh aula terdiam sebelum akhirnya meledak dalam tawa penghinaan. Alih-alih pedang pusaka, Raka justru mendapatkan sebuah botol susu plastik dengan Class pengasuh bayi peringkat F: Babysitter. Kehancuran reputasi Raka terjadi dalam sekejap; dari harapan bangsa menjadi bahan lelucon publik dengan skill konyol seperti "Ganti Popok Instan." Sementara dua sahabatnya, Elena dan Tama, melesat menjadi pahlawan Rank SS, Raka harus menelan pil pahit menghadapi kenyataan bahwa dunia sihir dan pedang seolah tidak memiliki tempat bagi seorang pengasuh. Namun, di balik nama kelas yang dianggap remeh, tersimpan anomali sistem yang tidak disadari siapapun. Botol susu di tangannya bukanlah sekadar alat bantu bayi, melainkan artefak dengan potensi pertumbuhan tanpa batas yang mampu menjinakkan entitas paling berbahaya sekalipun.
View MoreBab 1: Anugerah
Aula Besar Akademi Aethelgard yang biasanya berisik oleh candaan para murid, hari ini berubah menjadi sebuah katedral keheningan yang mencekam. Ketegangan menggantung di udara, hampir bisa dirasakan seperti listrik statis yang menusuk-nusuk kulit. Di atas panggung utama, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap remaja berusia 17 tahun yang menyentuhnya. Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana "Anugerah"—kombinasi antara *Job Class* dan artefak suci—akan diberikan. Di dunia yang dikepung oleh retakan dimensi dan monster, Anugerah bukan sekadar status sosial, melainkan tiket untuk bertahan hidup. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib berdiri dengan napas yang tertahan: Raka Nightfall, Elena Isabella, dan Bima Ironheart. Di antara mereka bertiga, Raka adalah matahari yang paling terang. Dia adalah Jenius Strategi yang diakui oleh seluruh instruktur; pemuda yang mampu memenangkan simulasi perang melawan pasukan yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Raka juga pemegang rekor fisik tertinggi dalam sejarah akademi. Semua orang, bahkan Kepala Sekolah Valerius sendiri, bertaruh bahwa Raka akan mendapatkan kelas legendaris seperti Dragon Knight atau Grandmaster Strategist. "Jangan tegang begitu, Raka," bisik Elena, meski jemarinya sendiri gemetar hebat. "Dengan nilai-nilaimu, kristal itu mungkin akan meledak karena bingung memilihkan kelas yang cukup hebat untukmu." Raka hanya mengangguk tipis. Matanya fokus ke depan. "Aku hanya ingin sesuatu yang bisa membuatku berguna di garis depan, El." "Selanjutnya, Elena Isabella!" teriak sang Pendeta Tinggi. Elena melangkah maju dengan keanggunan seorang putri dari keluarga penyihir agung. Saat telapak tangannya menyentuh kristal, sebuah ledakan cahaya biru safir menyelimuti seluruh ruangan. Suhu di dalam aula mendadak turun drastis hingga napas para murid berubah menjadi uap putih. Dari pusaran cahaya itu, muncul sebuah tongkat kayu hitam dengan permata yang berdenyut kencang, memancarkan aura dingin yang agung. > Nama: Elena Isabella > Class: High Mage (Rank SS) > Artefak: Staff of Eternal Frost "Luar biasa! Rank SS pertama dalam sepuluh tahun terakhir! Darah Isabella memang tidak pernah mengecewakan!" gumam seluruh aula dengan nada penuh kekaguman. Elena tersenyum bangga, menggenggam tongkatnya yang legendaris. "Bima Ironheart!" Belum sempat kekaguman mereka reda, Bima melangkah maju dengan penuh percaya diri. Kali ini, cahaya emas yang membutakan memenuhi ruangan seolah matahari jatuh ke tengah aula. Sebuah pedang panjang dengan ukiran sayap malaikat muncul di genggaman ksatria muda itu. > Nama: Bima Ironheart > Class: Holy Knight (Rank SS) > Artefak: Excalibur Sword "Dua Rank SS dalam satu angkatan? Ini sejarah! Nama Ironheart memang pantas menyandang pedang suci!" sorak para instruktur. Bima mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, cahaya suci memantul di zirah latihannya. Lalu, suasana mendadak hening total saat nama terakhir dipanggil. "Raka Nightfall!" Seluruh mata tertuju padanya. Raka melangkah dengan mantap. Dia menarik napas panjang, lalu menyentuhkan tangannya ke kristal. Detik pertama, tidak ada yang terjadi. Detik kedua, sebuah getaran terasa hingga ke fondasi gedung. Detik ketiga, cahaya muncul. Namun, warnanya bukan biru yang dingin atau emas yang megah. Warnanya adalah merah muda pucat yang lembut... Cahaya itu meredup, dan di tangan kanan Raka yang kekar, muncul sebuah botol susu plastik dengan dot karet di ujungnya. > Nama: Raka Nightfall > Class: Babysitter (Rank F) > Skill Passive: Dominant Nanny > Skill Active: Lullaby of Peace, Instant Diaper Change Hening sejenak. Satu detik... dua detik... lalu ledakan tawa yang lebih keras dari guntur mengguncang aula. "Babysitter?! Hahahaha! Raka Nightfall si jenius jadi pengasuh bayi?" teriak salah satu murid. "Apa dia mau ganti popok Naga Merah di medan perang? 'Tunggu sebentar monster, popokmu sepertinya sudah penuh!'" Wajah Raka memucat pasi. Tangannya yang terbiasa memegang pedang latihan kini terasa sangat asing menggenggam botol plastik tersebut. Menjadi Rank F adalah hukuman mati bagi karier militer, tapi menjadi Babysitter? Itu adalah lelucon yang paling kejam dari semesta. Elena dan Bima segera berlari menghampiri. Mereka tahu, di balik nama "Nightfall" yang misterius, Raka telah berlatih lebih keras dari siapapun untuk mencapai puncak. "Raka... ini pasti ada yang salah dengan kristalnya," bisik Elena Isabella, suaranya bergetar karena emosi. "Keluarga Isabella punya akses ke perpustakaan terlarang, aku akan cari cara untuk mengubah class-mu." "Iya, Ka! Jangan dengarkan mereka. Rank F cuma label bodoh, kami yang paling tahu kehebatanmu," tambah Bima Ironheart sambil menepuk bahu sahabatnya. Raka hanya tersenyum kecut. Dia melihat kedua temannya yang kini berdiri di puncak hierarki sosial, sementara dia terjerembap ke dasar yang paling gelap. "Yah... mau bagaimana lagi," ujar Raka lesu sambil berbalik. "Mungkin kalau nanti kalian sudah sukses, menikah, dan punya anak, kalian bisa titipkan padaku. Aku akan jadi pengasuh yang hebat untuk anak kalian." Raka berjalan menjauh, meninggalkan aula yang megah itu dengan langkah berat, melewati bayang-bayang lorong. punggungnya terlihat begitu layu dan matanya sedih. Elena dan Bima terdiam, menatap punggung sahabat mereka dengan perasaan campur aduk. Kalimat Raka tadi terngiang di telinga mereka. "Bukannya tadi dia bilang... 'Kita menikah dan punya anak'?" gumam Bima memecah keheningan. "Maksudnya, aku sama kamu?" Elena langsung memberikan tatapan tajam yang bisa membekukan air terjun. "Ogah banget nikah sama ksatria yang suka pamer otot!" "Heh, aku juga mana mau nikah sama nenek sihir galak sepertimu!" jawab Bima tak mau kalah, meski matanya masih terlihat sedih menatap ke arah Raka pergi. "Apa kamu bilang!! Nenek sihir?!" sahut Elena, tongkat High Mage-nya mulai mengeluarkan percikan es. Raka terus berjalan hingga suara tawa di aula memudar, digantikan oleh sunyinya taman belakang akademi. Dia berhenti di depan sebuah kolam air jernih, menatap bayangan dirinya yang terpantul di permukaan air. Sosok pemuda yang tegap, dengan mata yang tajam, namun kini memegang sebuah artefak botol susu plastik merah muda di tangannya. "Babysitter..." gumamnya getir. Dia mencoba mengaktifkan skill pasifnya, Dominant Nanny. Seketika, aura di sekitar Raka berubah. Bukan aura membunuh yang dingin, melainkan sebuah tekanan otoritas yang aneh—seolah-olah seluruh alam semesta adalah anak kecil nakal yang harus tunduk pada perintahnya. Seekor burung pemangsa yang tadinya terbang agresif di atas kolam, tiba-tiba menukik turun dan mendarat dengan patuh di bahu Raka, mendengkur tenang seolah baru saja dinyanyikan lagu pengantar tidur. Raka tertegun. Dia merasakan aliran energi yang berbeda. Ini bukan sihir biasa. Ini adalah sesuatu yang lebih murni, sesuatu yang memaksa keteraturan di tengah kekacauan. Dia teringat kata-kata ayahnya dulu: "Senjata tidak menentukan pemakainya, tapi pemakailah yang menentukan nasib senjatanya." Raka mengepalkan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggenggam botol susu itu dengan mantap. Jika dunia menganggapnya sebagai lelucon, maka dia akan menjadi lelucon yang paling ditakuti. Jika dia harus menjadi pengasuh, maka dia akan menjadi pengasuh terkuat yang pernah ada. "Kalian boleh tertawa sekarang," bisik Raka dengan tatapan yang kembali menyala. "Tapi kalian lupa satu hal... seorang pengasuh adalah satu-satunya orang yang tahu kapan raksasa harus tidur, dan kapan monster harus diam." Raka Nightfall tidak menyerah. Rank F mungkin adalah label yang diberikan dunia padanya hari ini, tapi dia akan membuktikan bahwa di tangan seorang jenius strategi, sebuah botol susu bisa jauh lebih mematikan daripada sebilah pedang suci. Langkah kakinya kini tidak lagi berat. Babak baru telah dimulai. BersambungBab 13: Paket kediaman Gold Glave yang megah dan berlapis beludru merah, suasana malam itu terasa seperti ruang gawat darurat yang sangat absurd. Kael berdiri di tengah ruangan dengan posisi sedikit mengangkang, wajahnya pucat pasi bercampur merah padam. Di sekelilingnya, lima Master Penyihir bergelar Rank A dan S yang bekerja khusus untuk keluarganya sedang merapal mantra tanpa henti. Keringat sebesar biji jagung membasahi dahi para penyihir elit tersebut. "Sekali lagi! Fokuskan mana pada pengikatnya! Sacred Cleansing: Absolute Dispel!" teriak pemimpin penyihir, seorang pria tua berjubah putih dengan tongkat bercahaya terang. Cahaya sihir yang sangat menyilaukan melesat menghantam popok bermotif anak ayam yang membalut pinggang Kael. Energi sihir itu begitu besar hingga membuat kaca-kaca jendela kamar bergetar hebat. Bloop... Kicik-kicik-kicik! Alih-alih hancur, robek, atau lenyap, bahan plastik popok raksasa itu justru menyerap seluruh energi sihir t
Bab 12: Penyusup Di dalam kamarnya yang tenang di lantai tiga Menara Timur, Raka duduk bersantai di kursi belajarnya sambil menyeruput secangkir susu cokelat hangat. Suasana malam itu begitu damai, kontras dengan rentetan kejadian gila yang baru saja ia lewati seharian ini.Sambil menikmati minumannya, Raka membuka layar antarmuka sistemnya yang berpendar lembut di udara. Jari telunjuknya menggeser perlahan menu Management List untuk mengecek status "anak-anak asuhnya". Matanya tertuju pada satu nama yang baru saja ia tambahkan sore tadi.> [System Update: Management List]> Anak Asuh Aktif: 2 Orang> Target 2: Kael Gold Glave (Status: Pemberontak, Dendam)> Kondisi Popok: 52% (Terdeteksi Cairan Hangat - Ganti Segera!)Raka hampir tersedak susu cokelatnya. Ia terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala. "Astaga, Kael. Perjalanan pulang ke rumah pasti sangat berat sampai kau mengompol di jalan. Yah, semoga ini jadi pelajaran berharga agar kau tidak sombong
Bab 11: BangsawanDi sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A+ yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung popok bermotif anak ayam yang membalut pinggangnya, berusaha merobek benda memalukan itu dengan paksa."Hiaaaargh!!Kael menariknya dengan kekuatan penuh yang biasanya mampu membelah batu karang. Namun, jangankan robek, serat popok itu sama sekali tidak bergeming. Alih-alih putus, bahan plastiknya melar sesaat sebelum membal kembali ke bentuk semula dengan bunyi jepret! yang nyaring, menghantam pinggang Kael dan memberikan sensasi sengatan panas di bokongnya yang masih merah akibat Holy Spanking."Sial... Sialan!!" umpat Kael dengan napas tersengal-sengal, matanya berair menahan perih.Tiba-tiba, ia merasakan desakan lain. Sensasi penuh di kandung kemihnya mulai tak tertah
Bab 10: berontakHalaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka lebih memilih berduel dengan naga daripada harus menatap telapak tangan Raka sekali lagi.Kini, suasana menjadi sunyi senyap. Hanya tersisa Raka yang masih duduk tenang di bangku kayu, dan Kael yang masih tertelungkup tak berdaya di pangkuannya."Lepaskan aku, Babysitter sialan!" raung Kael. Suaranya pecah, parau antara amarah yang meluap dan sisa tangisannya yang memalukan. "Kembalikan pakaian bangsawanku! Kau tahu berapa harga pakaianku itu? Kau tidak akan bisa membayarnya meski bekerja seribu tahun!"Kael mencoba meronta. Otot-otot lengannya yang Rank A+ menegang hingga urat-uratnya menonjol, memicu kekuatan fisik murninya untuk meledak. Namun, tangan Raka yang menekan p






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews