Masuk"Selamat, Raka! Class-mu adalah... Babysitter F Rank!" Suara tawa menggema di seluruh aula Akademi Aethelgard. Raka, sang jenius taktis yang diprediksi akan menjadi Dragon Knight legendaris, kini hanya memegang sebuah botol susu plastik dan skill "Ganti Popok Instan." Dari harapan bangsa, ia jatuh menjadi bahan ejekan publik. Sementara sahabat-sahabatnya melesat ke Rank SS... Raka menemukan kebenaran yang membuat semua orang salah. Botol susu itu bukan alat bantu bayi biasa. Ia mampu menjinakkan entitas paling berbahaya di dunia. Dan ada sesuatu lain yang tersimpan di dalamnya— sesuatu yang bahkan para dewa pun tak tahu keberadaannya. Sekarang, Raka harus membuktikan bahwa Class F Rank yang dianggap remeh... adalah kunci untuk menyelamatkan dunia dari ancaman yang tak terlihat. Atau setidaknya... menjaga calamity agar tidak menghancurkan istana.
Lihat lebih banyakBab 1: Anugerah
Di Aula Besar Akademi Aethelgard, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap orang berusia 20 tahun. Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana para murid akademi akan diberikan "Anugerah”. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib berdiri: Raka Nightfall, Elena Isabella, dan Bima Ironheart. Di antara mereka bertiga, Raka adalah Murid Jenius yang diakui oleh seluruh instruktur. Bahkan, Raka diprediksi mendapatkan kelas legendaris seperti Dragon Knight atau Archmage. "Jangan tegang begitu, Raka," bisik Elena, meski jemarinya sendiri gemetar hebat. ". Raka hanya mengangguk tipis. Matanya fokus ke depan. "Selanjutnya, Elena Isabella!" teriak sang Pendeta Tinggi. Elena melangkah maju dengan keanggunan seorang putri dari keluarga penyihir agung. Saat telapak tangannya menyentuh kristal, sebuah ledakan cahaya biru safir menyelimuti seluruh ruangan. Dari pusaran cahaya itu, muncul sebuah tongkat kayu hitam dengan permata yang memancarkan aura dingin yang agung. [Nama: Elena Isabella] [Class: High Mage (Rank SS)] [Artefak: Staff of Eternal Frost] "Luar biasa! Rank SS pertama dalam sepuluh tahun terakhir! Darah Isabella memang tidak pernah mengecewakan!" gumam seluruh aula dengan nada penuh kekaguman. "Selanjutnya..Bima Ironheart!" Belum sempat kekaguman mereka reda, Bima melangkah maju dengan penuh percaya diri. Kali ini, cahaya emas yang membutakan memenuhi ruangan seolah matahari jatuh ke tengah aula. Sebuah pedang panjang dengan ukiran sayap malaikat muncul di genggaman ksatria muda itu. [Nama: Bima Ironheart] [Class: Holy Knight (Rank SS)] [Artefak: Excalibur Sword] "Dua Rank SS dalam satu angkatan? Ini sejarah! Nama Ironheart memang pantas menyandang pedang suci!" sorak para instruktur. Lalu, suasana mendadak hening total saat nama terakhir dipanggil. "Raka Nightfall!" Seluruh mata tertuju padanya. Raka melangkah dengan mantap. Dia menarik napas panjang, lalu menyentuhkan tangannya ke kristal. Detik pertama, tidak ada yang terjadi. Detik kedua, sebuah getaran terasa hingga ke fondasi gedung. Detik ketiga, cahaya merah muda yang lembut muncul. Cahaya itu meredup, dan di tangan kanan Raka yang kekar, muncul sebuah botol susu berwarna pink [Nama: Raka Nightfall] [Class: Babysitter (Rank F)] Hening sejenak. Satu detik... dua detik... lalu ledakan tawa keras mengguncang aula. "Babysitter?! Hahahaha! Raka Nightfall si jenius jadi pengasuh bayi?" teriak salah satu murid. Wajah Raka pucat pasi. Tangannya yang terbiasa memegang pedang latihan kini terasa sangat asing menggenggam botol plastik tersebut. Menjadi Rank F adalah adalah lelucon yang paling kejam dari semesta. Elena dan Bima segera berlari menghampiri. "Raka... ini pasti ada yang salah dengan kristalnya," bisik Elena Isabella. "Iya, Ka! Jangan dengarkan mereka.Kami yang paling tahu kehebatanmu," tambah Bima Ironheart. Raka hanya tersenyum kecut. Dia melihat kedua temannya yang kini berdiri di puncak hierarki sosial, sementara dia terjerembap ke dasar yang paling gelap. "Yah... mau bagaimana lagi," ujar Raka lesu sambil berbalik. "Mungkin kalau nanti kalian punya anak, kalian bisa titipkan padaku. Aku akan jadi pengasuh yang hebat untuk anak kalian." Raka berjalan menjauh, langkahnya berat, melewati bayang-bayang lorong. punggungnya terlihat begitu layu dan matanya sedih. Elena dan Bima terdiam, menatap punggung sahabat mereka. Tiba-tiba, sebuah kaki menjegal langkahnya. Raka tersentak, namun berkat refleks fisiknya yang tinggi, dia berhasil menyeimbangkan diri. "Ups, sorry. Gak liat ada babysitter lewat," ujar sebuah suara sinis. Raka menoleh. Itu adalah Marco, seorang siswa bertubuh kekar. Di tangan Marco, berkilau sebuah kapak ganda pendek. [Nama: Marco] [Class: Berserker (Rank B)] "Dirimu dulu sombong sekali, Sekarang? Kau cuma sampah Rank F. Mau ngapain di sini? Nyari bayi buat diasuh?", ledek Marco, dikelilingi oleh antek-anteknya yang tertawa. Marco mendorong bahu Raka keras-keras. "Woy, denger gak?! Sadar diri dong. Rank F gak pantes ada disini!" Kemarahan mulai mendidih di dada Raka. Bertahun-tahun dia berlatih keras, penghinaan Marco sudah keterlaluan. Raka mengepalkan tangannya. "Cukup, Marco." "Oh, babysitter kita marah? Mo ngapain ha?” Marco tertawa terbahak-bahak, mengangkat kapaknya provokatif. Tepat saat Marco hendak mendorong Raka lagi, sesuatu terjadi. Wajah Raka tiba-tiba berubah. Matanya yang biasa tajam dan waspada, mendadak menjadi teduh, namun memancarkan otoritas yang mutlak dan tak terbantahkan. Aura merah muda pucat yang lembut namun masif meledak dari tubuhnya. [Skill Passive: Dominant Nanny Aktif!] Di mata Marco, dunia tiba-tiba berputar. Sosok Raka yang tadinya lebih pendek darinya, mendadak tumbuh menjadi raksasa yang menjulang tinggi, menutupi langit-langit aula. Aura Raka terasa sangat protektif, namun sekaligus siap memberikan hukuman berat. Marco merasa tubuh kekarnya mengecil. Keberanian 'Berserker'-nya menguap entah ke mana, digantikan oleh perasaan tak berdaya yang amat sangat, seperti seorang balita. Lutut Marco gemetar. Dia ingin menangis, tapi suaranya tercekat. Raka, yang di mata orang lain masih berukuran normal namun memancarkan aura aneh, menatap Marco dengan tatapan "Kecewa". "Sepertinya ada yang butuh ganti popok", gumam Raka, matanya tertuju pada armor lempeng baja tebal yang dikenakan Marco. Raka menjentikkan jarinya. [Skill Active: Instant Diaper Change Aktif! Target: Marco] POOF! Sebuah kepulan asap putih berbau bedak bayi memenuhi area di sekitar Marco. Saat asap menipis, seluruh aula menjadi hening total. Mata semua orang melotot, rahang mereka jatuh. Marco, si Berserker Rank B dengan tubuh atletis, masih berdiri di sana. Kapaknya masih di tangan. Tapi, seluruh armor bajanya-pelindung dada, pelindung kaki, gauntlet-semuanya lenyap. Sebagai gantinya, Marco kini hanya mengenakan kaos putih dan sebuah popok motif beruang kecil warna-warni yang menggembung lucu. Marco meraba bagian pinggangnya yang berbunyi kresek kresek. Wajah Marco yang sombong, perlahan berubah menjadi pucat pasi, “Benda apa ini ?” BersambungBab 264: Keluarga Gila Itu Aldhelm menatap pemuda di depannya. Nightfall. Nama itu terasa asing. Seperti debu di rak yang sudah bertahun-tahun tidak disentuh. "Kau masih hidup?" Kalimat itu keluar bukan dari ketakutan. Bukan dari rasa bersalah. Murni — keheranan. Seperti menemukan serangga yang seharusnya sudah diinjak, tapi entah bagaimana masih bergerak. Aldhelm memiringkan kepalanya. Nightfall... Nightfall... Nama itu berputar di kepalanya. Samar. Kabur. Seperti mimpi yang setengah dilupakan. Lalu dia ingat. Dua puluh tahun yang lalu. Aldhelm masih muda. Jubah hitamnya belum sekelam sekarang. Kegelapannya belum sehebat sekarang. Tapi ambisinya — ambisinya sudah sama. "Laporan tentang keluarga yang tinggal di perbatasan Hutan Calamity?" Bawahannya membungkuk. Gulungan perkamen terbuka di meja. "Keluarga Nightfall, Tuan. Generasi ke-tujuh
Bab 263: Maafkan Aku Helios tidak bergerak. Bukan karena tidak bisa — sarung tangan bayi itu memang mengunci sihirnya. Tapi bukan itu yang membuatnya membatu. Matanya merah lagi. Sepenuhnya merah. Kesadaran yang kembali membawa sesuatu yang jauh lebih berat dari sihir manapun. Ingatan. Semuanya. Pedang yang dia ayunkan ke Richard. Tendangan yang melempar Alaric. Tombak api yang menembus perisai Valerian. Leonidas yang terhempas ke dinding. Amanda yang berlutut — menangis — memohon pertolongan kepada siapapun. Dan Raja Aldric. Ayahnya. Tergeletak di lantai. Darah di mana-mana. Jubah kerajaan yang dulu megah sekarang robek dan basah — merah gelap. Helios menoleh ke Amanda. Adiknya menatapnya balik. Mata Amanda masih basah. Bibirnya gemetar. Tapi dia tidak lari. Tidak mundur. Dia hanya... menatap. Dan di mata itu, Helios melihat semuanya. Ketakutan. Kelelahan. Air mata yang sudah terlalu banyak. Tapi juga — di balik semua
Bab 262: Anak NakalKlik.Jentikan jari itu menggema — lebih keras dari seharusnya. Seperti suara sistem yang baru saja aktif.Di mata Raka, sesuatu berkedip.[Anak Nakal Terdeteksi: Pangeran Helios] [Daftarkan ke dalam Pengasuhan?]"Ya."Ctek.[Instant Diaper Change — Activated]Api neraka di tubuh Helios padam.Bukan perlahan. Bukan dengan perlawanan. Padam — seperti lilin yang ditiup.Armor hitam yang melapisi tubuh Helios menghilang. Jubahnya. Sarung tangannya. Sepatunya. Semuanya lenyap dalam sekejap mata.Digantikan oleh popok.Popok putih bermotif kucing.Kaos kuning bergambar kucing oranye.Topi bertali kuning dengan kuping kucing.Seluruh ruang tahta membeku — bukan karena es Valerian. Karena tidak ada satu orang pun yang siap melihat SSS Rank Hell Fire Manipulator... memakai popok kucing.Sarung tangan bayi berwarna kuning muda terpasang di kedua tangan Helios. Lembut. Empuk. Dan — Raka tahu — menetralisir semua jenis sihir. Selama sarung tangan itu terpasang, Helios tidak a
Bab 261: Siapapun, Tolong Kami"...Tidak mungkin."Aldhelm menatap retakan di medium Helios. Mata gelap Sage itu menyipit — lalu melebar dengan murka."Kau pikir retakan kecil ini cukup?!"Kegelapan meledak dari tubuh Aldhelm. Bukan lagi aliran — ini tsunami. Gelombang hitam menelan seluruh ruang tahta, memadamkan obor-obor yang tersisa.Tekanan gelap menghantam Helios.Retakan di medium bersinar sesaat — lalu meredup. Tertutup. Seperti luka yang dipaksa menutup sebelum waktunya.Mata Helios berkedip. Merah — hitam — merah—Hitam.Sepenuhnya hitam."Tidak ada yang keluar dari kontrolku." Aldhelm mengangkat tangannya. "Selesaikan."Helios bergerak.Lebih cepat dari sebelumnya. Api neraka membentuk dua pedang — satu di masing-masing tangan.Raja Aldric mencoba berdiri. Gagal. Kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya. Darah terlalu banyak."Yang Mulia—!" Richard berlari. Perisai terangkat.Helios menebas.BRAKK!!!Richard terpental. Tubuhnya melayang melintasi ruangan — punggung mengha
Bab 2 Kekuatan "Kresek... kresek..." Bunyi aneh itu terdengar begitu nyaring di tengah keheningan aula yang mencekam. Marco menundukkan kepalanya ke bawah dengan gerakan patah-patah. "Gyahahaha!" Seseorang di kejauhan meledak tertawa, memecah keheningan. Dalam sekejap, seluruh aula dipenuhi oleh
Bab 1: Anugerah Di Aula Besar Akademi Aethelgard, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap orang berusia 20 tahun. Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana para murid akademi akan diberikan "Anugerah”. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib b
Bab 11: Bangsawan Di sudut gelap kandang kuda akademi yang berbau jerami dan tanah basah, Kael mengerang frustrasi. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol ekstrem, memancarkan aura emas kemerahan khas ksatria Rank A yang sedang memusatkan seluruh energinya. Tangannya mencengkeram erat ujung pop
Bab 10: berontak Halaman belakang akademi kini menjadi sangat bersih, bahkan hampir mengkilap. Belasan senior dari tim elit Golden Griffon baru saja melesat pergi secepat kilat setelah meletakkan sapu mereka. Mereka meninggalkan debu yang mengepul dan aroma ketakutan yang pekat; seolah-olah mereka






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak