Setelah memikirkan runtutan kejadian dengan jelas, punggung Benny tiba-tiba diliputi hawa dingin yang membuat merinding.Sebulan yang lalu, putranya masih belum mengalami kecelakaan dan meninggal. Itu artinya, bahkan sebelum anaknya meninggal, Laras sudah ingin bercerai dengannya?"Akta cerai ini kamu yang urus?" Benny menoleh, menatap dengan dingin petugas yang tadi dia temui di pintu. Dari yang tadi marah besar, dia tiba-tiba menjadi tenang. Namun, ketenangan itu justru lebih menakutkan.Petugas itu mengangguk. Hanya dengan gerakan itu saja, dia sudah berkeringat dingin.Suara Benny terdengar dingin, seolah-olah datang dari dunia lain. "Kalau begitu, aku ingin tanya, kapan Laras mengajukan permohonan cerai ke pengadilan negeri?""Sebulan yang lalu," jawab petugas itu dengan jujur. "Sekarang ada masa tenang perceraian, jadi akta cerai nggak bisa langsung diterbitkan. Selama masa itu, salah satu dari kalian bisa datang untuk membatalkan permohonan. Tapi kalian berdua nggak ada yang dat
Baca selengkapnya