“Maaf, Nyonya. Saya gagal membuat Pak Rivan percaya.”“A-apa?” Mama Li terkejut sekaligus tak menyangka. Bagaimana mungkin Rivan tak percaya? Bukankah Septi dan Akmal membawa bukti hubungan Rivan dengan Salma?“Benar, Nyonya. Untuk itu, maafkan saya. Saya sungguh gagal membuat Pak Rivan percaya, malah sebaliknya ... Pak Rivan marah dan tidak mau bertemu kami lagi,” ucap Septi lagi, nada bicaranya kentara sekali sangat merasa bersalah.“Sekarang Rivan mana?”“Sudah kembali ke kamarnya, Nyonya. Kami juga udah pergi dari sana. Nyonya masih bersama Salma?”“Ya. Salma masih di sini,” jawab Mama Li. “Septi, kita lanjut bicara nanti, ya. Tolong atur pertemuan saya dengan Nova.”“Dengan Nova?”“Iya, kalau Rivan dan Salma sulit percaya, jalan terakhirnya adalah memberi tahu Nova soal ini.”“Baik, Nyonya. Akan saya atur pertemuan antara Nyonya dengan Nova.”“Secepatnya, ya. Bila perlu besok.”Setelah sambungan telepon dengan Septi terputus, Mama Li kembali meletakkan ponsel ke dalam tas.“Ma...
閱讀更多