“Untungnya aku nggak amnesia, seperti yang selama ini diberitakan. Jadi, aku bisa langsung masuk karena ingat password pintu pagar maupun pintu utama,” ucap Nova yang sudah berdiri di depan pintu, bersiap menekan password yang sangat ia ingat.“Kalaupun kamu lupa, aku juga tahu password-nya,” kekeh Farhana.“Ah iya, benar juga. Bisa-bisanya aku lupa kalau Mbak Farha selalu menjagaku di mana pun aku dirawat, entah di rumah ini atau di rumah sakit. Tentu bukan hal aneh kalau Mbak Farha tahu kode akses masuknya.”Bersamaan dengan Nova yang hendak menekan password, ponsel Farhana bergetar lantaran ada panggilan masuk. Nova spontan menoleh pada sang perawat yang sudah ia anggap selayaknya kakak sendiri.“Siapa, Mbak?” tanya Nova penasaran.“Anak saya,” jawab Farhana sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Nova. “Dia tahu saya mau pulang dalam waktu dekat, jadi setiap hari terus-terusan bertanya kapan saya pulang.”“Angkat aja, Mbak. Biar aku yang masuk duluan.” Nova mempersilakan.Farha
続きを読む