Setelah Rivan berangkat, Salma merenung. Jujur, rasanya sulit untuk tidak memikirkannya. Rivan bilang hubungan mereka bukan perselingkuhan, melainkan sebuah takdir ... tapi apa pentingnya disebut takdir kalau pada kenyataannya saat Nova bangun, Salma harus siap-siap dicampakkan?Jujur, ini akan menjadi salah satu chapter terberat dalam hidup Salma karena di satu sisi Salma sangat peduli dan menyayangi Nova, tapi di sisi lain ia juga sangat nyaman dan ingin terus bersama Rivan. Hanya saja, kenyataan mengharuskan Salma untuk mundur teratur.Awalnya, Salma berpikir bahwa hadirnya cinta di antara mereka itu mustahil. Namun, perasaannya terhadap Rivan sungguh nyata. Begitu juga sebaliknya, karena Salma pun bisa merasakan perasaan pria itu terhadapnya.Drrtttt....Tiba-tiba getaran ponsel membuat Salma membuyarkan lamunannya. Konyolnya, Salma sempat menduga kalau Rivan yang meneleponnya, tapi ternyata bukan. Rupanya yang menelepon adalah Mama Li.Sebaik dan sehangat apa pun Mama Li, tetap s
続きを読む