Louisa mendongak, melihatnya, dan senyum di wajahnya seketika lenyap.Yang tersisa hanya ketidakpedulian dan rasa tidak sabar yang jelas."Sammy?" Suaranya datar, tanpa emosi sedikit pun. "Ada urusan apa?"Tiga kata itu bagaikan jarum yang menusuk tajam ke dalam hati Sammy.Dia membuka mulut, tenggorokannya kering. "Aku datang mencarimu .... Kembalilah denganku, ayo kita bicara."Louisa menatapnya, matanya seolah melihat orang asing. "Sejak akta cerai itu berlaku, nggak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita.""Tolong minggir, aku sedang buru-buru."Setelah mengatakan itu, Louisa hendak berjalan melewatinya dan pergi.Sammy tiba-tiba mencengkeram tangannya.Kulit yang disentuhnya hangat dan halus, tapi membuatnya gelisah."Lulu, aku minta maaf." Suaranya serak, nadanya seperti memohon. "Aku tahu aku salah, sangat salah .... Lihat, aku bawa cincin kawin juga, ayo kita mulai dari awal lagi, oke?"Dia mengeluarkan cincin kawin itu dari saku, meletakkannya di telapak tangan, lalu m
Read more