Setelah puas berbelanja, Lilia dan kedua anaknya akhirnya memutuskan untuk pulang. Mobil penuh sesak dengan barang belanjaan - mulai dari pakaian, mainan, sampai boneka baru untuk Ivy."Ayo, Pak. Jalan, ya. Kami sudah lelah dan mau istirahat," ujar Lilia lembut."Siap, Nona," jawab sang sopir sopan.Di kursi belakang, Ivy sudah terlelap di pangkuan Lilia. Senyum lembut terukir di wajah perempuan itu, jarinya mengusap rambut halus sang anak dengan sayang. Kael pun sudah tertidur bersandar di jendela, wajah polosnya tampak damai.Dulu, saat masih menjadi Arunika, jangankan membeli perhiasan - untuk naik ojek pun kadang harus berpikir dua kali. Setiap kali gajian, uangnya langsung raib untuk menutup utang dan kebutuhan rumah. Kalau ada barang berharga, Lastri pasti menjualnya dengan alasan demi kuliah Nadine.Kini, di tubuh Lilia, hidupnya seolah berganti warna."Lilia, terima kasih untuk kesempatan ini. Aku akan memberikan hidup yang lebih baik untuk Kael dan Ivy. Jadi, kalau nanti kamu
Última actualización : 2026-05-18 Leer más