Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku

last updateПоследнее обновление : 2026-05-20
От :  AriNovaniUpdated just now
Язык: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Недостаточно отзывов
11Главы
13Кол-во прочтений
Читать
Добавить в мою библиотеку

Share:  

Report
Aннотация
Каталог
SCAN CODE TO READ ON APP

Akibat kecelakaan maut, Arunika terbangun di dalam dunia novel yang sangat ia benci. Jiwanya tersesat ke dalam tubuh Lilia—seorang istri lemah yang hidupnya habis hanya demi mencari perhatian sang suami dingin yang toxic. Namun, Arunika bukanlah Lilia. Di hadapan suami menyebalkan yang kini berdiri nyata di depannya, Arunika menolak untuk mengemis cinta lagi. Jika takdir tokoh ini berakhir tragis, maka Arunika akan mengambil alih pena itu dan menulis ulang akhir ceritanya sendiri!

Узнайте больше

Chapter 1

Bab.1 -Hari yang Buruk Sekaligus Awal yang Aneh

Minggu ini seharusnya menjadi hari libur bagi Arunika.

Tidak ada shif kerja, tidak ada panggilan darurat dari kafe—hanya ada dirinya, kasur tipis di kamar sempit, dan ponsel retak yang setia menemaninya membaca novel romantis online. Hari itu, ia tengah tenggelam dalam cerita yang membuat dadanya sesak.

Novel itu mengisahkan perselingkuhan tokoh utama pria dengan istrinya sendiri—wanita yang sudah memberinya dua anak—sementara si pria malah mengejar sahabat sang istri.

"Ish! Kok tidak ada lanjutannya, sih?" gumam Arunika sambil mendengus kesal. Ia menatap layar ponsel yang menampilkan tulisan To be continued.

Tanpa pikir panjang, jarinya langsung mengetik komentar: “Penulis, tolong cepat lanjut! Cowoknya menyebalkan banget, mentang-mentang ganteng! Kalau aku jadi istrinya, sudah aku siram air panas!”

Ia memeluk bantal dengan gemas. "Lelaki seperti itu tidak pantas mendapatkan cinta, sumpah."

Belum sempat ia menutup aplikasi, ketukan keras menggema di pintu kamarnya.

Dug!

Dug!

Dug!

"Arunika! Bangun! Jangan malas-malasan! Lihat, cucian belum kamu sentuh!" seru suara parau Lastri, bibinya.

Arunika meringis. "Aku sudah cuci semuanya, Bi..." balasnya lemas.

"Buka pintunya! Ini kamar anakku, bukan kamarmu!" bentak Lastri kian keras.

Begitu pintu terbuka, tangan Arunika langsung ditarik kasar. "Lihat pakai matamu!" Lastri menjewer telinganya tanpa ampun.

"Akh! Bi, sakit! Lepas! Aku sudah cuci piring dan baju!" teriak Arunika mencoba menghindar.

"Bohong, Bu," sela suara lembut namun berbisa. Nadine, sepupunya, muncul dengan wajah sok polos. "Dari tadi dia di kamar terus. Pas Ayah pergi kerja pun, dia tidak keluar."

Arunika menatap Nadine tak percaya. "Ini pasti ulahmu, kan?!"

Nadine hanya mengangkat alis sambil tersenyum sinis. "Mana buktinya?"

"Sudahlah! Pergi saja kamu dari sini. Menyusahkan saja! Kalau bukan karena suamiku, aku tidak sudi mengurus mu!" usir Lastri dengan pandangan jijik.

Arunika terdiam. Ia tahu percuma berdebat. Dengan langkah berat, ia membereskan barang-barangnya yang tak seberapa—hanya beberapa potong pakaian lusuh dan ponselnya.

"Pergi sana," desis Nadine di ambang pintu. "Sudah cukup umur untuk menyewa kos. Jangan jadi benalu di rumah orang."

Arunika tidak menjawab. Ia melangkah keluar dari rumah susun itu tanpa menoleh lagi. Pamannya memang baik, tapi pria itu tidak pernah punya nyali untuk melawan istrinya sendiri.

"Huh..." Arunika mendesah di trotoar, menatap langit mendung. "Aku harus ke mana? Uang saja tidak ada."

Gajinya selama ini habis untuk menutupi kebutuhan rumah Bibinya. Ia bukan menumpang, melainkan ikut menjadi tulang punggung. Ironis.

"Kalau saja aku jadi orang kaya, mungkin enak..." gumamnya lirih. "Seperti Lilia, istrinya Nathan. Tapi ogah, deh, punya suami seperti Nathan. Dasar playboy licik!"

Ia tertawa getir, teringat tokoh pria di novel yang baru ia baca. Namun, tawa itu lenyap seketika saat sebuah klakson memekakkan telinga.

TIIIIINNNNN!

Semuanya terjadi begitu cepat. Cahaya putih, suara benturan, dan teriakan orang-orang bercampur menjadi satu. Arunika sempat melihat siluet mobil hitam pekat sebelum tubuhnya terhempas ke aspal.

"Ibu..." bisiknya lemah. Pandangannya mengabur, lalu semuanya gelap.

*

*

"Engh..." Arunika mengerang. Matanya terbuka perlahan, menatap sekeliling yang tampak kabur.

"I-ini di mana?" gumamnya serak.

Udara terasa wangi mawar, namun samar-samar ada bau disinfektan. Ranjang empuk, selimut sutra, dan langit-langit putih mewah. Semuanya asing.

"Nyonya, Anda sudah bangun?" suara lembut seorang perawat terdengar di sampingnya.

"Nyonya?" Arunika mengernyit. Begitu matanya menangkap cermin besar di ujung ruangan, napasnya tercekat.

Refleksi di sana bukan dirinya—melainkan sosok wanita cantik luar biasa dengan wajah yang tak pernah ia miliki. Tangannya gemetar menyentuh kaca.

"Ini bukan aku... ini Lilia?"

Jantungnya berdegup kencang. Nama itu—Lilia—adalah tokoh utama wanita yang nasibnya baru saja ia maki-maki.

"Nyonya, Anda tidak apa-apa?"

"Aku... masuk ke novel Merubah Takdir? Gila!" serunya panik.

"Kecelakaan?" Arunika mencoba mengingat. Di novel, Lilia dan anak-anaknya seharusnya tidak selamat. "Di mana anak-anak?"

"Mereka sudah pulang, Nyonya. Hanya luka ringan," jawab perawat lega.

Arunika menghela napas panjang. Berarti takdir sudah mulai bergeser. Ia bangkit menuju kamar mandi, menatap wajah Lilia yang cantik namun tampak rapuh.

"Oke, Lilia. Mulai sekarang, kamu bukan budak cintanya si Nathan lagi," ucap Arunika mantap.

"Nyonya, Anda mau ke mana? Anda belum sepenuhnya pulih!" perawat itu panik melihat Arunika bersiap pergi.

"Pulang. Aku sudah sehat. Bye!" Arunika melambaikan tangan dengan santai.

Beberapa jam kemudian, mobil hitam yang menjemputnya berhenti di depan mansion megah keluarga Chandrawinata. Matanya membulat takjub melihat kemewahan di depannya.

"Gila... jadi ini rumahnya si Nathan." Senyum kecil muncul di bibirnya. "Halamannya saja sudah seperti lapangan bola. Pak Sopir, tolong maju sedikit lagi, capek kalau harus jalan sampai pintu utama."

Sambil melangkah keluar dari mobil, Arunika membatin, "Jika hidup memberimu luka, maka aku yang akan menulis ulang kisahmu dengan cahaya. Ini janjiku—untukmu, Lilia, dan dua malaikat kecilmu."

Pintu mansion terbuka perlahan, menyambut langkah pertamanya menuju takdir yang baru.

Bersambung ....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Комментариев нет
11
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status