Sore pun tiba. Kali ini Nathan pulang sekitar pukul empat sore. Namun karena jalanan macet dan harus mengantar Stevia dulu, dia baru tiba di apartemen selingkuhannya itu pukul enam sore.“Nath, jangan pergi dulu. Temani aku sebentar di sini,” rengek Stevia manja, menahan tangan Nathan.“Huh... Stevia, mengertilah. Aku harus pulang. Aku lelah,” keluh Nathan, suaranya berat.“Tapi—”“Stevia,” potong Nathan tajam. “Aku mohon, mengertilah. Atau kita akhiri saja hubungan ini!”“Enggak! Aku gak mau. Kamu kan janji mau nikahin aku!” seru Stevia panik.Nathan menarik napas kasar, lalu memalingkan wajah tanpa sanggup menanggapi. “Sudahlah, turun. Aku harus pulang,” ujarnya datar.Setelah Stevia turun, Nathan langsung menancap gas. Kini, yang tersisa di dadanya hanya sesal dan penat.Sementara itu di rumah Chandrawinata, suasana jauh berbeda. Lilia tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk kedua anaknya. Tadi, Kael dan Ivy tiba-tiba meminta mie goreng pakai telur dan sosis.Lilia terse
Last Updated : 2026-05-20 Read more