Oliver tak langsung menjawab, tangannya justru menggaruk kepala, matanya bergerak resah.Melihat keanehan itu, Raynard menoleh pada Emma, yang jelas terlihat kepo sekali mengenai hal ini. “Emma, habiskan makanannya. Aku ada perlu dengan Oliver.” Emma hanya mengedipkan mata beberapa kali, lalu fokusnya kembali pada Oliver. “Pergilah ke kamarku!”“Siap, Tuan Muda!” Oliver langsung lari, pergi. Emma mendengkus. Mengaduk ramennya asal dan sedikit kesal.“Emma, aku ke kamar dulu.”“Ray, yakin kalau kamu enggak butuh bantuan?” ucap Emma dengan bibir mengerucut.Sebelah alis Raynard terangkat satu. “Bantuan? Kamu?”“Ah, ya sudah! Sana pergi!”Raynard tidak mengatakan apapun. Pria itu justru memilih pergi, tidak ada drama menenangkan Emma yang merajuk.Rasa penasaran berkecamuk di hati Emma, ia langsung menghabiskan makanannya. Cepat. Lalu membawa nampan itu ke dapur.Setelahnya, tujuan utamanya adalah kamar Raynard. Apa lagi kalau bukan untuk menguping.Namun, belum sempat ia melangkah menu
Read more