Tante bersandar di pundakku dan menangis sepanjang malam.Keesokan harinya dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil begitu hening sampai-sampai suara napas pun terdengar.Tina tak berbicara sama sekali, tante juga memilih diam saja. Sementara itu, Mona yang tak tahu apa-apa mengira kami semua hanya kelelahan setelah mendaki gunung, jadi dia pun tak banyak bertanya.Sambil menyetir, sesekali aku melirik tante melalui spion tengah. Dia terus menunduk dan kantong matanya masih terlihat memerah.Aku berjanji dalam hati, begitu balik dari sini, aku harus membereskan masalah ini.Cerita setelah itu, kalau diingat kembali memang penuh lika-liku.Aku membawa tante pulang ke rumah untuk menemui orang tuaku. Ibuku langsung marah, dia memaki-maki tante, menyebutnya wanita tua yang tak tahu malu.Sangking marahnya, ayahku juga menggebrak meja. Dia mengancam kalau aku nekat menikahi wanita yang usianya dua puluh tahun lebih tua dariku, dia akan memutuskan hubungan denganku.Namun, aku tak ge
閱讀更多