FAZER LOGIN“Hmm… tunggu sebentar, jangan sampai putriku melihatnya….” Di tengah perjalanan liburan, ibunya temanku terpaksa harus duduk di pangkuanku karena ruang di dalam mobil yang sangat terbatas. Tubuh wanita itu yang lembut bergoyang seiring guncangan mobil. Bagian tubuhnya yang paling lembut berkali-kali bergesekan dengan bagian bawah tubuhku. Tak butuh waktu lama, aku pun mulai bereaksi. Memanfaatkan situasi saat orang lain tak memperhatikan, aku mulai mendesak wanita di pelukanku itu dari balik pakaian, sementara tanganku juga mulai nakal dan meraba ke mana-mana. Dengan wajah merona, dia menahan sensasi nikmat dari sentuhanku. Namun, bagian bawahnya sudah basah kuyup, membuatnya benar-benar pasrah dan tak berdaya tepat di depan putrinya sendiri….
Ver maisTante bersandar di pundakku dan menangis sepanjang malam.Keesokan harinya dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil begitu hening sampai-sampai suara napas pun terdengar.Tina tak berbicara sama sekali, tante juga memilih diam saja. Sementara itu, Mona yang tak tahu apa-apa mengira kami semua hanya kelelahan setelah mendaki gunung, jadi dia pun tak banyak bertanya.Sambil menyetir, sesekali aku melirik tante melalui spion tengah. Dia terus menunduk dan kantong matanya masih terlihat memerah.Aku berjanji dalam hati, begitu balik dari sini, aku harus membereskan masalah ini.Cerita setelah itu, kalau diingat kembali memang penuh lika-liku.Aku membawa tante pulang ke rumah untuk menemui orang tuaku. Ibuku langsung marah, dia memaki-maki tante, menyebutnya wanita tua yang tak tahu malu.Sangking marahnya, ayahku juga menggebrak meja. Dia mengancam kalau aku nekat menikahi wanita yang usianya dua puluh tahun lebih tua dariku, dia akan memutuskan hubungan denganku.Namun, aku tak ge
Kepalaku langsung berdengung dan tante pun panik setengah mati. Dia kelabakan mencari pakaiannya yang berserakan.Aku menyuruhnya segera bersembunyi di dalam lemari pakaian. Dengan tubuh telanjang sambil memeluk pakaiannya, dia langsung menyelinap masuk ke dalam.Aku asal memakai celana pendekku, menarik napas dalam-dalam, lalu membuka pintu.Tina berdiri di depan pintu dengan mata berkaca-kaca dan sisa air mata di wajahnya terlihat kalau dia baru saja menangis.Dia menatapku, lalu menyapu pandangannya ke dalam kamar. Sambil menggigit bibir, dia bertanya, “Ibuku ada di kamarmu, ‘kan?”“Nggak ada, kok. Bukannya ibumu ada di kamar kalian?” Aku terpaksa berbohong.“Aku sudah dengar semuanya!” Dia langsung mendorongku, menerobos masuk dan memeriksa sekeliling kamar. Hingga akhirnya, tatapan matanya tertuju pada lemari pakaian itu.Pintu lemari memang tertutup, tapi di bagian bawahnya terselip sepotong kain merah muda, itu tali gaun tidur tante.Tina berjalan mendekat, lalu membuka pintu le
Aku menghabiskan dua jam lebih untuk menunggu.Sekali-kali aku memeriksa ponsel, lalu beralih mendengarkan suara di luar. Aku benar-benar gelisah seperti semut di atas wajan panas.Lama-kelamaan aku sudah tak sanggup menahan kantuk. Tepat saat aku mulai tak sadar dan hampir terlelap, tiba-tiba terdengar suara ketukan pelan di pintu sebanyak dua kali.Seketika, aku langsung terlompat dari ranjang dan berlari dengan kaki telanjang untuk membuka pintu.Begitu pintu terbuka, tante sudah berdiri di luar. Rambutnya dibiarkan terurai dan dia mengenakan gaun tidur bertali tipis berwarna merah muda. Bahannya yang tipis melekat erat di tubuhnya dan dari siluetnya yang bulat berisi, terlihat jelas kalau dia tak memakai apa-apa di dalamnya.Wajahnya tampak merona dan tatapan matanya agak salah tingkah. Dia berkata dengan pelan, “Tina sudah tidur.”Aku menariknya masuk, menutup pintu dan memeluknya.Tubuh tante rasanya sangat lembut dan wangi. Saat bersandar di pelukanku, aku bisa merasakan detak j
Wajah tante langsung memerah, dia membalas, [Menurutmu? Tentu saja langsung kutelan. Coba kamu pikir, kita berdua sedang jongkok di sana entah lagi berbuat apa, kalau sampai Tina nggak sengaja melirik ke arah bawah, tamatlah riwayat kita! Meskipun aku ceroboh, jangan pernah sepelekan insting wanita dalam urusan seperti ini!][Tante, Tina nggak akan berpikir macam-macam, kok. Bagaimanapun kamu itu ibu kandungnya!][Kamu masih ingat aku itu ibu kandungnya?! Sejak pagi tanganmu sudah nggak bisa diam meraba-raba tubuhku… entah apa yang kamu suka dari wanita tua sepertiku?!][Tante, kamu nggak tua sama sekali! Kamu kelihatan awet muda sekali!]“Aku tahun ini sudah 43 tahun, lho!][Apa? Nggak kelihatan sama sekali, mirip seperti kakaknya Tina. Seharusnya aku panggil kamu kakak!]“Dasar si mulut manis! Sudahlah, aku nggak mau meladenimu lagi, makin dibahas makin menjadi-jadi!] Setelah itu kami berdua tidak lagi saling berkirim pesan. Dia tetap duduk di pangkuanku, sementara aku reflek memelu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.