Rena menatap Sebastian dengan mata yang masih basah oleh air mata. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, sesuatu yang tidak bisa ia abaikan. Mimpi itu terasa begitu nyata. Terlalu nyata. Ia bisa merasakan sakitnya, bisa mendengar suara desahan mereka, bisa melihat dengan jelas bagaimana Sebastian dan Ana bercinta di atas tempat tidur."Aku ingin bertanya sesuatu padamu."Sebastian mengangkat kepalanya, masih berlutut di samping tempat tidur. "Apa saja, Rena."Rena menarik napas dalam-dalam. Ia menatap Ana sebentar, lalu kembali menatap Sebastian."Apa kau berselingkuh dengan Ana?"Ana terkejut, matanya membelalak. "Apa? Rena, apa maksudmu?"Sebastian juga terkejut, tapi ia mencoba tetap tenang. "Apa yang kau bicarakan?""Aku ingat melihat kalian berdua, di apartemen, di kamar tidur. Kalian bercinta. Aku melihat semuanya."Leon, yang selama ini diam di sudut ruangan, langsung menegang. Matanya menyipit tajam menatap Sebastian. "Apa? Apa yang dia bicarakan?""Aku tidak tahu! Kau pas
Magbasa pa