Keadaan Leon memburuk dengan cepat.Seminggu setelah kunjungan ke museum, aku melihat perubahan yang tidak bisa aku abaikan. Leon lebih sering memegang dadanya, napasnya lebih pendek, dan kulitnya semakin pucat. Dia masih berusaha tersenyum, masih berusaha menjadi ayah yang sempurna untuk Ethan, tapi aku bisa melihat dia berjuang.Kamis malam, aku terbangun oleh suara batuk yang keras. Leon duduk di tepi tempat tidur, tangannya menekan dadanya, wajahnya basah oleh keringat. Lampu kamar masih redup, tapi aku bisa melihat betapa buruk kondisinya."Leon!" aku duduk dengan cepat, tanganku meraih bahunya. "Kau tidak baik-baik saja. Aku akan menelepon ambulans.""Tidak, aku hanya...""KAU TIDAK BAIK-BAIK SAJA!" teriakku, panik. "Aku tidak peduli apa kata dokter atau siapa pun. Aku tidak akan membiarkanmu mati di sini!"Aku meraih ponselku, jari-jariku gemetar saat menekan nomor darurat. Leon mencoba meraih tanganku, tapi tangannya lemas, dan dia jatuh kembali ke tempat tidur, matanya terpej
Read more