Zea meringkuk di dalam selimut tebal, membungkus seluruh tubuhnya rapat-rapat hingga menyerupai kepompong raksasa. Sejak tiba di rumah dan Dewa meminta maaf atas kekhilafannya, sejak itu pula Zea menyatakan mogok bicara. Ia benar-benar merasa lelah luar biasa—berkas tugas Hukum Perdata Bu Hana yang menumpuk, lelah fisik, ditambah luapan emosional akibat lonjakan hormon kehamilannya yang membuat hatinya sehalus kaca yang mudah retak. Dari arah pintu kamar, Dewa melangkah pelan mendekati tempat tidur. Di tangannya, ia menggenggam hangat secangkir susu khusus ibu hamil rasa cokelat kesukaan Zea, lengkap dengan dua butir vitamin di atas piring kecil. "Sayang, minum susu sama vitaminnya dulu, ya," ucap Dewa penuh kelembutan, meletakkan gelas susu dan vitamin di atas meja nakas. Pria tegap itu lalu mengulurkan tangan, meraih ujung selimut yang menutupi wajah Zea. Namun, Zea menahannya kuat-kuat dari dalam, menolak menunjukkan wajahnya. Drama tarik-menarik selimut antar suami-istri
Última actualización : 2026-08-27 Leer más