"Ze, masa lo ke Jogya sampe Senin sih? Nanti Hukum Pidana jadi diganti Bu Hana, dong. Males banget gue sama nenek lincah satu itu! Mending sama Pak Dewa deh. Biarpun galak, lumayan lah natap wajah gantengnya bikin adem," keluh Manda seraya menyomot kerupuk pangsit dari mangkuk Zea tanpa berdosa. "Manda! Sedih sih sedih, tapi jangan habisin makanan gue juga dong!" jerit Zea kesal. Tanpa ampun, ia mendaratkan botol air mineral kosong tepat di kening sahabatnya. Puk! "Aduh! Pelit amat si lo!" umpat Manda sambil mengusap pelan keningnya yang jadi korban. "Biarin! Makanya modal!" Manda tidak membalas. Ia justru menatap dalam-dalam wajah cantik Zea yang tampak sedikit mendung hari ini. "Ze," panggil Manda pelan. "Hm?" "Lo... enggak apa-apa?" tanya Manda hati-hati. Zea mendongak, menatap sahabatnya dengan kening berkerut. "Kenapa tanya begitu?" Zea memiringkan kepala, menatap Manda tak mengerti. "Kelihatan kali, Ze. Enggak usah sok kuat deh," cicit Manda, memajuk
Última actualización : 2026-08-16 Leer más