Zea berdiri di tengah-tengah lapangan kampus Universitas Erlangga yang mendadak berubah menjadi arena Ring Boxing. Di sudut seberang, tampak Jenny, sedang memasang kuda-kuda dengan sarung tinju berwarna merah menyala. Jenny tersenyum sinis, siap memukul wajah Zea demi melampiaskan kekesalannya. "Lo pikir gara-gara lo jadi istrinya Pak Dewa, lo bisa seenaknya di kampus ini, hah?!" pekik Jenny, suaranya menggema layaknya menggunakan pengeras suara. Insting pertahanan diri Zea yang tidak mau ditindas, seketika membara. Dengan memakai sarung tinju berwarna putih, Zea membalas dengan tatapan tajam. "Maju lo sini, Jen! Gue ulek muka lo sampai halus kayak bumbu racik!" Jenny melesat maju, mengayunkan tinjunya. Namun dengan lincah Zea meliuk, memutarkan badannya ke belakang, lalu mengumpulkan seluruh kekuatan tersembunyi dari sisa tenaga setelah kemarin menjalani prosesi akad nikah yang melelahkan. Zea melayangkan tangan kanannya yang terbungkus sarung tinju, lalu melepaskan pukulan seku
Última actualización : 2026-08-07 Leer más