Minggu pagi yang cerah itu, kediaman sederhana milik Hasan mendadak ramai. Seluruh anggota keluarga Adiraja datang berbondong-bondong untuk menjenguk Zea pasca insiden jatuh dari ojek online. Hasan tersenyum lebar seraya membukakan pintu lebar-lebar, menyambut kedatangan calon besannya. "Dewa ini benar-benar keterlaluan! Cucu menantu Oma kecelakaan begini kok baru cerita sekarang?!" omel Oma Dyah tanpa ampun, jemari sepuhnya langsung melayang dan mendarat mulus mencubit lengan Dewa. "Aww! Oma, sakit..." Dewa meringis, mencoba mengelak dari serangan maut sang nenek. "Zea yang minta, Oma. Katanya nggak mau bikin keluarga khawatir," bela Dewa mengusap-usap lengannya yang sudah memerah. Ini adalah cubitan ke-18 yang ia terima sejak berangkat dari kediaman Adiraja. Hasan terkekeh pelan melihat nasib calon menantunya. "Hehe... Tidak apa-apa, Oma Dyah. Memang Zea yang melarang Dewa memberi tahu. Anak itu takut diomeli. Lagipula sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik, kok. Bes
Última actualización : 2026-08-02 Leer más