"Mulai!" teriak sutradara memberikan aba-aba mutlak dari balik monitor, sementara lensa kamera bergeser mendekat, menangkap setiap detail keringat dingin di pelipis Citra. Mau tak mau, Citra harus tunduk di bawah kendali sutradara dan cengkeraman tak kasat mata dari sang penguasa sindikat. Harga dirinya telah terkoyak habis, menyisakan keputusasaan yang teramat pekat di dalam dadanya. Dengan tangan yang bergetar hebat hingga nyaris tak mampu mengendalikan jemarinya sendiri, Citra perlahan menarik kain tipis *lingerie* hitam yang membalut tubuhnya—menggesernya ke atas hingga menyingkap pahanya yang mulus. Ia memejamkan mata sejenak, menelan ludah yang terasa pahit sebelum melafalkan dialog yang meremukkan sisa-sisa harga dirinya. "Kemarilah, Tuan... mari saya puaskan Anda," ucap Citra dengan suara bergetar parau, menatap nanar ke arah Xavier. "Asal... asal saya bisa membawa uang dalam koper ini untuk menyelamatkan anak saya." Xavier menikmati setiap detik pemandangan di hadapannya.
Last Updated : 2026-07-26 Read more