Melihat Oliver tetap tinggal di kamar rawat setelah mendengarkan kata-katanya, Grace diam-diam merasa gembira. Namun, dia masih memasang ekspresi lemah dan sedih. Grace menghela napas pelan dan berkata, "Oliver, kenapa Kak Donna juga nggak lihat situasi waktu merajuk? Situasi Aaron sangat berbahaya, kenapa dia nggak bisa lebih pengertian ke kita, malah bersikeras membuat masalah di saat-saat seperti ini?"Wajah Oliver menjadi sedikit muram setelah mendengar kata-kata itu. Nadanya dipenuhi ketidaksabaran saat menyahut, "Sifatnya memang begitu. Dia cuma selalu pikirkan dirinya sendiri dan nggak pernah pertimbangkan perasaan orang lain."Grace mengangguk, lalu berujar dengan pura-pura yakin, "Tunggu dan lihat saja. Dia cuma cemburu padaku dan pasti akan terus meneleponmu mulai sekarang."Oliver menghela napas tak berdaya. "Aku sudah aturkan segalanya untuk operasi Olivia, tapi dia tetap nggak bisa melakukan apa pun tanpaku."Kemudian, tanpa pikir panjang, Oliver menonaktifkan ponselnya d
Read more