เข้าสู่ระบบSetelah terlahir kembali, aku tidak lagi ikut campur dalam urusan suamiku, Oliver, dengan teman masa kecilnya, Grace. Aku membiarkan Grace mencari alasan untuk membuat Oliver meninggalkanku setiap kali. Grace menelepon, lalu berkata sambil menangis, "Oliver, aku takut .... Ada suara tembakan di luar rumah dan Aaron menangis ketakutan. Bisa nggak kamu datang temani kami?" Oliver merasa ragu, tetapi aku sudah dengan penuh pengertian menyerahkan jaket kepadanya. "Pergilah, mereka pasti ketakutan." Langkah Oliver terhenti. Dia menatapku dengan ekspresi yang rumit. Aku yang dulu pasti akan menangis histeris dan bertanya siapa yang lebih penting baginya, aku atau mereka. Namun, aku yang telah terlahir kembali hanya akan menuruti setiap keinginannya. Setelah transplantasi ginjal putriku berhasil, aku akan membawanya pergi dan meninggalkan Oliver sepenuhnya.
ดูเพิ่มเติมAsisten itu menerjang ke arah Oliver dan segera merebut pistol dari tangannya.Oliver terduduk lemas di tepi tempat tidur. Dia terlihat seperti orang yang sudah kehilangan semua tenaganya. Suaranya terdengar serak saat dia berseru, "Minggir! Aku mau pergi temui mereka!" Asisten Oliver pun tersentak. Dia begitu panik hingga suaranya terdengar gemetar. "Pak Oliver, saya sudah menemukan mereka!" Oliver segera mengangkat kepalanya. Matanya langsung berbinar. "Apa katamu?""Menurut hasil penyelidikan saya, tidak lama setelah Nyonya Donna meninggalkan rumah sakit, langsung ada ambulans yang menjemput mereka. Mereka melaju meninggalkan area kota dengan dikawal konvoi mobil Maybach hitam. Nona Olivia dan Nyonya Donna pasti masih hidup." Oliver bergumam dengan suara gemetar, "Via dan Donna masih hidup .... Mereka masih hidup ....""Tapi ...." Suara asistennya sedikit merendah. "Konvoi itu menghilang setelah meninggalkan Napulito dan tidak meninggalkan jejak apa pun, seperti sudah lenyap deng
Oliver menatap Grace dengan tidak percaya. Dia tidak pernah menyangka bahwa wanita itu selalu salah mengira bahwa Aaron adalah anaknya. Dia memandang wanita yang wajahnya terdistorsi itu dan hanya merasa kecewa."Grace, Aaron bukan anakku. Selama ini, aku melindungi dan membantumu cuma karena aku peduli dengan persahabatan masa kecil kita. Aku nggak pernah punya sedikit pun perasaan cinta antara pria dan wanita terhadap kamu."Grace menolak untuk memercayainya. Dia menggeleng dengan berlinang air mata. "Mustahil! Biasanya, kamu selalu membelaku dan menjaga Aaron. Bukankah perlakuan istimewa ini adalah bentuk cinta?"Oliver memandang Grace yang masih keras kepala. Nadanya terdengar begitu dingin, tanpa sedikit pun kehangatan. "Aku bela kamu karena aku kasihan padamu yang membesarkan anak sendirian. Nggak lebih dari itu."Mata Grace langsung memerah. Dia sudah sepenuhnya kehilangan kendali atas emosinya. "Kamu bohong! Orang malam itu jelas-jelas kamu .... Waktu bangun, aku jelas-jelas me
Seperti yang diharapkan Grace, Oliver tidak dapat menemukan kami di mana pun di rumah sakit. Dia masuk ke kantor direktur dengan marah, lalu mencengkeram kerah pakaiannya dan berseru, "Di mana putriku, Olivia?"Gerakan Oliver yang mendadak itu membuat direktur rumah sakit sangat ketakutan hingga gemetar. Dia bertanya dengan tidak percaya, "Olivia itu ... putri Anda? Saya tidak tahu ke mana mereka pergi."Berhubung kerah bajunya dicengkeram, direktur rumah sakit berbicara dengan tergagap, "Pa ... Pak Oliver, saya benar-benar tidak tahu ke mana mereka pergi. Mereka sudah meninggalkan rumah sakit!""Pergi?"Oliver bergidik, lalu mengendurkan cekeramannya sedikit. Dia tertegun sejenak, lalu menekan direktur rumah sakit ke dinding dengan kuat. "Pada hari operasi, kenapa nggak ada dokter yang selamatkan putriku?"Direktur rumah sakit menjadi pucat dan menjelaskan dengan panik, "Saya telah mengikuti perintah Anda dan meminta semua dokter di rumah sakit untuk menyelamatkan putra Bu Grace. Kami
Begitu mobil berhenti, Grace sudah tidak sabar untuk membuka pintu terlebih dahulu. Dia menggenggam tangan Aaron dan langsung berjalan menaiki tangga vila.Kepala pelayan buru-buru keluar. Begitu melihat Grace, dia tertegun sejenak. Baru saja dia hendak bertanya, Grace sudah memberi perintah, "Oliver menyuruh kami tinggal di vila untuk beberapa saat. Bawa turun barang-barang kami dari mobil."Nada bicara Grace terdengar tenang, tetapi suaranya cukup keras untuk didengar semua orang yang hadir. Beberapa pembantu saling memandang. Tidak ada yang berani melangkah maju untuk menghentikan ibu dan anak itu.Pandangan Grace menyapu seluruh vila. Matanya dipenuhi rasa bangga yang tak tersembunyikan. Dengan kasih sayang Oliver, dia yakin dirinya akan segera mendapatkan dukungan di vila ini.Kemudian, Grace sengaja meninggikan suaranya dan memberi instruksi kepada para pembantu, "Letakkan barang-barang Aaron di kamar yang menghadap ke selatan. Rapikan semuanya dengan baik."Saat ini, Oliver juga












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.