Lalu, aku keluar dari grup.Malam harinya, Rafael terus meneleponku.Dia mempertanyakan maksud pesanku tadi, dan memaksaku meminta maaf kepada Fiona.Nomornya langsung kublokir, aku malas meladeninya.Tidak disangka, besoknya Rafael dan Fiona sudah menungguku di luar rumah sakit.Begitu melihatku, Rafael melemparkan setumpuk foto hingga mengenai dahiku."Jane, kamu ini nggak tahu malu, ya?""Pantas kamu kemarin buru-buru minta putus, begitu Fiona membongkar kedokmu dan sadar nggak bisa mengeruk uangku, kamu langsung cari target baru!"Sambil menyilangkan tangan, Fiona menatapku dengan ekspresi mengejek."Pria itu umurnya hampir 50 tahun, kamu masih mau.""Demi uang, kamu berani melakukan apa saja."Ujung foto yang tajam itu menggores dahiku, seketika timbul rasa perih.Aku melirik ke foto-foto yang berserakan di lantai.Ternyata itu foto saat ayahku menjemputku pulang semalam.Kemarin hanya Fiona yang ikut keluar denganku, pasti dia yang memotretku.Dengan wajah dingin, aku menatap Fio
続きを読む