Suasana di ruang tamu mansion mewah itu mendadak tegang. Kael, sang penguasa bisnis Meiland yang biasanya sedingin es, kini menatap Nuna dengan tatapan yang sulit diartikan.Nuna, yang tengah bersiap untuk berdiri, tersentak saat tangan kekar Kael melingkari pinggangnya, menariknya kembali ke atas pangkuannya dengan satu gerakan tegas namun tak menyakiti."A-Apa maksud Mas Kael?" Nuna terbata, kepanikan mulai merayap di wajahnya yang ayu. "Em... aku siapkan air hangat dulu ya. Mas pasti capek kan?" lanjutnya mengalihkan pembicaraan, berharap bisa lepas dari cengkeraman suaminya.Kael tidak melepaskannya. Sebaliknya, ia menatap Nuna lekat-lekat, senyum tipis yang penuh arti tersungging di bibirnya."Aku tidak menerima penolakan, Na," bisik Kael, suaranya terdengar rendah dan serak, memainkan intonasinya dengan apik. "Kamu mau pergi dariku?" tanyanya, nada suaranya kini terdengar sedikit mengancam, namun juga penuh kerinduan."Nggak...nggak begitu, Mas," Nuna menggeleng cepat, wajahny
Última atualização : 2026-11-02 Ler mais