Setelah berganti pakaian, Kevin keluar dari kamar mandi dan langsung membuang pakaian yang tadi sempat kusentuh ke tempat sampah.Aku mencoba menghentikannya, “Itu hadiah ulang tahun dariku. Kamu baru memakainya sekali.”Kevin berkata datar, “Kamu sudah menyentuhnya. Sebersih apa pun dicuci, tetap akan ada bau yang tertinggal darimu. Tidak perlu lagi.”Menyadari suasana hatiku yang murung, nada bicaranya sedikit melunak, “Felly, kamu tahu sendiri bahwa aku tidak bisa menyentuh perempuan. Kamu baru saja hamil, jangan terus bersedih. Tidak baik untuk anak kita.”Seolah ingin menghiburku, dia mengenakan sarung tangan berbulu di atas sarung tangan medis yang sudah dipakainya, lalu menyentuh kepalaku dengan ringan dan mengusap rambutku seperti sedang berbelas kasihan.Namun justru tindakan itu membuatku semakin hancur.Aku melepaskan tangannya, tenggorokanku terasa perih, “Kevin, sekotor itukah aku di matamu?”Kevin tertegun sejenak. Alisnya sedikit berkerut, “Felly, aku mengerti kamu lelah
Ler mais