Short
Alergi Wanita, Tetapi Malah Selingkuh

Alergi Wanita, Tetapi Malah Selingkuh

By:  JihanKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Mga Kabanata
0views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Suamiku alergi terhadap perempuan, bahkan jika bersentuhan sedikit saja, kulitnya akan langsung kemerahan dan bengkak. Selama tiga tahun pernikahan, kami tidak pernah melakukan hubungan intim sama sekali, bahkan anak kami lahir melalui bayi tabung. Setelah tiga kali gagal menjalani prosedur bayi tabung, akhirnya aku berhasil hamil. Pada hari keluar dari rumah sakit, aku menerima sebuah video. Di dalam video itu, suamiku tampak melakukan berbagai hal mesra dengan seorang wanita lain. Kulitnya tampak putih mulus, tanpa satu pun bagian yang merah atau bengkak … kecuali “tanda cinta” di dadanya, dan tidak ada bekas alergi di tubuhnya sama sekali. Ketika aku mendongak, terlihat suamiku sedang mengupas apel untukku. Dia memakai masker, kerah bajunya dikancing hingga atas, dan tangannya memakai sarung tangan … sedang melakukan perlindungan penuh. Padahal waktu rekaman video itu hanya selisih satu hari dari sekarang. Dengan tangan gemetar, aku mencoba membuka kancing bajunya, tetapi dia langsung menepis tanganku dengan keras. “Jangan sentuh aku! Jauhi diriku!” Tatapannya padaku seperti sedang melihat sesuatu yang kotor. Saat itu aku akhirnya sadar … ternyata dia bukan alergi terhadap cairan tubuh wanita, tetapi hanya alergi terhadap diriku. Ketika suamiku pergi ke toilet untuk mengganti pakaian, aku menelepon nomor yang sudah kublokir selama lima tahun. Di seberang sana langsung menjawab, “Kirimkan lokasimu. Aku akan segera datang.”

view more

Kabanata 1

Bab 1

Setelah berganti pakaian, Kevin keluar dari kamar mandi dan langsung membuang pakaian yang tadi sempat kusentuh ke tempat sampah.

Aku mencoba menghentikannya, “Itu hadiah ulang tahun dariku. Kamu baru memakainya sekali.”

Kevin berkata datar, “Kamu sudah menyentuhnya. Sebersih apa pun dicuci, tetap akan ada bau yang tertinggal darimu. Tidak perlu lagi.”

Menyadari suasana hatiku yang murung, nada bicaranya sedikit melunak, “Felly, kamu tahu sendiri bahwa aku tidak bisa menyentuh perempuan. Kamu baru saja hamil, jangan terus bersedih. Tidak baik untuk anak kita.”

Seolah ingin menghiburku, dia mengenakan sarung tangan berbulu di atas sarung tangan medis yang sudah dipakainya, lalu menyentuh kepalaku dengan ringan dan mengusap rambutku seperti sedang berbelas kasihan.

Namun justru tindakan itu membuatku semakin hancur.

Aku melepaskan tangannya, tenggorokanku terasa perih, “Kevin, sekotor itukah aku di matamu?”

Kevin tertegun sejenak. Alisnya sedikit berkerut, “Felly, aku mengerti kamu lelah karena sedang hamil. Tetapi kamu juga harus mengerti aku yang lelah bekerja. Jangan membuat keributan.”

Kevin adalah pemilik sebuah perusahaan publik dan sangat sibuk.

Bahkan kemarin saat aku masuk ruang operasi, dia terlambat dua jam dengan alasan sedang rapat.

Namun setelah melihat video tadi, aku baru tahu bahwa kesibukan yang dimaksud adalah sibuk di ranjang wanita lain.

Aku tertawa dingin, “Kevin, kemarin saat aku menjalani operasi, apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?”

Wajah Kevin sempat menunjukkan sedikit rasa bersalah. Saat hendak menjelaskan, terdengar suara wanita yang ceria dari pintu.

Itu adalah Vera, sahabat masa kecil Kevin yang sudah dikenalnya lebih dari sepuluh tahun.

“Kevin, bagaimana kondisi Felly?”

Vera masuk sambil membawa dua keranjang buah besar. Riasannya sempurna, senyumnya manis dan cerah.

Dia langsung berjalan ke sisi Kevin, lalu mengangkat tangan dan menempelkan telapak tangannya yang sedikit berkeringat ke dahi Kevin!

“Lihat dirimu, bekerja tanpa henti hingga kondisi badanmu jadi begini!”

Kevin bukan hanya tidak menolak. Sebaliknya, dia tampak menikmati perhatian itu dan sedikit menundukkan kepala untuk menyesuaikan diri.

Dahi yang disentuh Vera tetap mulus seperti biasa. Tidak ada sedikit pun kemerahan!

Pupil mataku mengecil. Isi video yang baru saja kutonton kembali muncul di benakku.

Apa Kevin sebenarnya tidak alergi terhadap perempuan lain? Atau ... Dia hanya alergi terhadap diriku?

Atau mungkin ... Wanita dalam video itu memang adalah Vera yang sekarang berdiri di depanku?

Melihatku terdiam, Vera tersenyum ceria, “Felly, jangan marah pada Kevin lagi. Kemarin tanganku terluka, aku memintanya mengantarku ke rumah sakit. Jadi dia sedikit terlambat.”

“Begitu tahu kamu juga menjalani operasi kemarin, aku langsung datang untuk meminta maaf. Kamu tidak akan menyalahkanku, kan?”

Vera membuka telapak tangannya. Tangannya dibalut perban tebal, dan noda darah yang samar terlihat di atasnya. Pemandangan itu membuat kedua mataku terasa perih.

Karena tangan itulah yang kulihat langsung di dalam video. Tangan yang berpelukan mesra dan melakukan berbagai posisi yang sulit dengan Kevin.

Dan luka itu juga terjadi kemarin, saat mereka terlalu larut dalam kenikmatan hingga tanpa sengaja membentur tepi ranjang!

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
10 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status