Belviana berdiri di depan rumahnya yang mewah, menatap kosong bangunan megah yang kini terasa begitu asing baginya. Desain modern klasik dengan cat putih bersih itu seolah mencerminkan ketenangan, namun di balik keindahan arsitektur tersebut, hati Belviana terasa pilu dan hancur.Ia menghela napas berat. Memikirkan ayah, ibu tiri, dan adik tirinya yang menunggu di dalam. Belviana tidak pernah menyangka bahwa ibu dan adik yang selama ini ia sayangi tega menjebaknya. Lebih menyakitkan lagi, ayahnya yang seharusnya menjadi pelindung, justru dengan mudah percaya pada tuduhan yang dilemparkan kepadanya.Belviana mengumpulkan keberanian yang tersisa, lalu membuka pintu rumah dengan perlahan. Aroma pengharum ruangan yang segar menyambutnya, namun tak mampu mengusir rasa sakit yang menghantui. Ia melangkah masuk, menelusuri setiap sudut rumah yang kini terasa hampa dari kenangan indah.Belviana akhirnya tiba di ruang keluarga. Di sana, Chandra, Nia, dan Emilie sudah duduk dengan wajah tegang.
Última actualización : 2026-07-03 Leer más