Silvana tersenyum sinis. "Kenapa kamu begitu panik? Isabel itu menantu Keluarga Sumargo!"Haikal menutup telepon. Sebelum Silvana sempat bereaksi, pria itu telah melayangkan tamparan keras di pipinya.Dia tampak tidak percaya. "Kamu memukulku? Haikal, kamu memukulku? Kamu gila?"Haikal kembali mencengkeram lehernya, nada suaranya melembut. "Akan kutanya sekali lagi. Di mana Isabel?"Silvana tiba-tiba tertawa, lalu menyemburkan darah dari mulutnya. "Kamu nggak jatuh cinta padanya, 'kan?"Dia menatap Haikal lekat-lekat. "Kamu menyukainya hanya karena aku, tapi sekarang aku sudah kembali, mengapa kamu masih memusatkan perhatianmu padanya? Jangan membodohi dirimu sendiri dengan sandiwara ini lagi, Haikal!""Bagus, bagus sekali." Haikal tersenyum, lalu meninggalkan wanita itu di gudang."Tanyakan soal PDF pada Martin dulu. Aku mau pergi mencari Isabel. Setelah tahu jawabannya, kabari aku. Sisanya, aku serahkan padamu. Kamu bebas melakukan apa saja pada mereka berdua."Setelah memberi instru
Leer más