Siti kembali dengan napas tersengal, menyerahkan selembar draf surat izin darurat dan sebuah kartu akses perak ke tangan Dr. Wijaya. Kepala kurator itu menandatanganinya dengan jemari yang masih bergetar, lalu menempelkannya ke panel digital di samping pintu besi tebal.KLIK. BZZZZT.Suara mekanisme hidrolik kuno berdesis berat. Pintu besi tebal itu berayun terbuka perlahan, mengembuskan bau apak debu ratusan tahun bercampur aroma tembaga yang sangat pekat. Di balik pintu, sebuah tangga beton curam mengarah turun ke dalam kegelapan bunker bawah tanah museum."Pak Joko, ini batas akhir saya dan staf," ucap Dr. Wijaya dengan wajah pucat sembari menyodorkan sebuah senter besar. "Entah kenapa, setiap kali ada yang turun ke brankas ini lebih dari lima menit, mereka pasti mual, pusing hebat, bahkan pingsan. Dokter bilang ini karena akumulasi gas beracun dari struktur semen tua. Tolong berhati-hati."Joko menerima senter tersebut dengan tenang. "Gas beracun atau bukan, saya akan memastikanny
Terakhir Diperbarui : 2026-07-20 Baca selengkapnya