Pukul delapan pagi, atmosfer di dalam gedung utama Bursa Efek Indonesia sudah memanas layaknya medan perang. Kabar mengenai hancurnya tim taktis Baskoro di Balai Sidang dan lumpuhnya Ki Rimbo secara misterius telah bocor ke segelintir elit penguasa ibu kota. Tirta Utama, yang malam itu melarikan diri dari rumah joglo dengan kondisi jiwa yang separuh gila, kini duduk di kursi roda di dalam ruang kerja pribadinya. Wajahnya yang biasa angkuh kini kuyu, tatapannya kosong menatap layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan saham Nusantara Retail Group (NRG) yang mulai memerah bahkan sebelum pasar resmi dibuka.Di seberang kota, di dalam penthouse mewah kawasan SCBD, Joko berdiri tegak menghadap jendela kaca besar yang menampilkan lanskap pencakar langit Jakarta. Keris Nogosastro telah tersimpan rapi di balik jas yang dikenakannya, memancarkan aura tenang namun dominan. Di sampingnya, Adrian berdiri dengan tablet digital di tangan, siap mengeksekusi instruksi terakhir."Semua lini suda
Terakhir Diperbarui : 2026-07-29 Baca selengkapnya