Dani terkekeh pelan mendengar ucapan Yuni yang begitu berani.Kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menatap Yuni dengan tatapan heran."Kamu ini ada-ada aja deh, Yun," ujar Dani dengan senyum tipis di rahang tegasnya. "Ada-ada aja godaannya."Namun, Yuni bukannya mundur, malah makin gila dan agresif pada Dani.Gadis muda itu melangkah maju satu tapak, mengikis habis jarak di antara mereka.Jemari lentiknya yang hangat merayap menempel di lengan tegap Dani yang keras berotot, mengelusnya pelan penuh damba."Yuni serius, Kang," bisik Yuni dengan mata yang berbinar pasrah."Yuni tuh udah suka sama Kang Dani dari pertama kali Akang kerja jadi tukang kebun di sini. Akang tuh beda... gagah, laki banget, nggak kayak cowok-cowok kota yang lembek."Dani menatap Yuni lekat-lekat, mencoba mempertahankan akal sehatnya.Karakter lugu dan prinsip hidupnya sebagai perantau yang bekerja keras tetap tertancap kuat di dadanya."Yun, saya ke sini ini murni cuma buat cari duit," kata Dani denga
Última atualização : 2026-07-27 Ler mais