Javier langsung mengangkat tubuhku, membawaku melangkah cepat menuju kamar utama untuk kembali melanjutkan penyatuan kami.Javier membaringkan tubuhku dengan hati-hati di atas ranjang king size, lalu kembali melumat bibirku dengan lembut, sarat akan gairah yang belum padam.Aku pun kembali tergoda, terlena dalam sentuhannya.Dengan bibir yang masih saling bertaut mesra, Javier merentangkan pahaku, lalu kembali menggesek-gesekkan penisnya yang sudah kembali berdiri tegak dan keras.Jleb.Penis itu kembali menusuk celah vaginaku, terasa begitu penuh, padat, dan sesak.Javier kembali bergerak, menghujamkan pinggulnya dengan ritme yang konstan.Suara penyatuan kulit kembali memenuhi kamar utama, beradu dengan suara desahan kami yang saling menyatu.“Aah, Javier, aku mau ...”“Mau apa, Sayang ...?”“Mau keluar lagi ... cepat, aku mau, Javier ...!”&
Terakhir Diperbarui : 2026-08-29 Baca selengkapnya