Evelyn mengetukan ujung sepatunya ke trotoar, dia menunggu Rendi menjemput. Jalanan terasa sepi, malam semakin larut. Karena Rendi kukuh ingin menjemput sesudah selesai bekerja, terpaksa Dita menemaninya di Cafe sampai jam setengah sebelas malam sebelum pulang lima menit lalu. "Panggilan sedang sibuk." Kening Evelyn mengerut mendengar suara operator yang sama berkali-kali. "Dia sedang menelpon siapa?" Gumam Evelyn bingung. Bukannya orang yang harus ditelpon adalah Evelyn yang akan di jemput? Akhir-akhir ini, Rendi jarang meneleponnya untuk sekedar bertukar kabar, dia lebih sering mengirim chat. Sindi bilang dia bisa teleponan dengan pacarnya sampai pagi, kadang tertidur, kadang bernyanyi bersama atau mengobrol hal yang tidak penting. Bibir Evelyn menipis, Rendi tidak pernah melakukannya sekarang. "Begini rasanya pacaran dengan orang sibuk kerja." Gumam Evelyn menendang kerikil.
最終更新日 : 2026-08-09 続きを読む